Lima Negara Lirik Beras Bulog, Salah Satunya Dari Timur Tengah

IPOLEKSOSBUD 29 Jun 2026 08:39 3 min read 146 views By Fadhsa
Lima Negara Lirik Beras Bulog, Salah Satunya Dari Timur Tengah
Presiden Prabowo Subianto melakukan sidak ke kompleks pergudangan BULOG.

Koran Bintan.com | JAKARTA — Tiga negara di Asia Tenggara dan satu negara dari kawasan Oseania serta satu negara dari Timur Tengah telah menyampaikan minatnya untuk mendapatkan beras dari Indonesia melalui Perum Bulog.

“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan (dengan Malaysia). Jadi mereka sudah akan mengimpor dengan jumlah yang lumayan sekitar 500.000 (ton),” kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam konferensi pers di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta, Jakarta Utara, Senin (29/6/2026).

Baca juga : Zulhas : Supermarket Menjadi Penyebab Minyakita Langka

Selain itu, Rizal juga memastikan pihaknya siap memenuhi rencana ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura. Sebagai persiapan, Bulog telah menyiapkan sekitar 200 ribu ton beras premium dengan spesifikasi pecah 5 persen yang siap dikirim sewaktu-waktu.

"Yang 10 ribu ton (wacana ekspor ke Singapura) tersebut jadi kita sudah siapkan. Kami juga sudah stok kalau enggak salah sekarang ada sekitar 200 ribu ton yang sudah standby dengan kriteria beras premium pecah 5 persen. Kalau sewaktu-waktu diminta cepat, kita bisa kirimkan," kata Rizal.

Rizal mengatakan kesiapan tersebut merupakan tindak lanjut dari penjajakan ekspor beras yang sebelumnya dibahas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu.

Selain untuk memenuhi potensi ekspor ke Singapura, stok beras premium tersebut juga disiapkan bersamaan dengan rencana pemenuhan permintaan beras dari Malaysia. "Yang 10 ribu ton tersebut jadi kita sudah siapkan bareng dengan nanti proses yang untuk 500 ribu ton pesanan dari Malaysia," ujarnya.

Baca juga : Bantuan Pangan Pemerintah Tidak Lagi Pakai Minyakita

Menurut Rizal, tingginya produksi gabah nasional pada tahun ini membuat serapan beras Bulog meningkat signifikan. Hingga akhir Juni, Bulog telah menyerap lebih dari 3,2 juta ton beras atau sekitar 80 persen dari target pengadaan sebanyak 4 juta ton.

"Serapan sampai bulan Juni ini sudah mencapai 80 persen dari total target 4 juta ton, berarti lebih dari 3,2 juta ton. Ini masih ada enam bulan lagi ke depan. Jadi prediksi kami serapan kami mungkin bisa di atas 4,5 (juta ton) atau bahkan sampai 5 juta ton," katanya.

Rizal mengatakan tingginya serapan tersebut membuat Bulog perlu memperluas penyaluran beras, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga ke pasar ekspor.

"Yang pertama adalah untuk program ke Malaysia yang 500 ribu ton. Mungkin dalam waktu dekat kami akan ke Malaysia untuk mendiskusikan harga yang cocok sesuai dengan penawaran," ujarnya.

Selain negara Malaysia dan Singapura, Rizal juga menyebutkan nama negara Uni Emirat Arab (UEA) yang juga telah menyampaikan minat untuk mengimpor sekitar 50 ribu ton beras per bulan atau setara 600 ribu ton dalam setahun. 

"Kemarin juga Uni Emirat Arab sempat meminta, kalau enggak salah per bulannya minta 50 ribu ton. Kalau setahun berarti sampai 600 ribu ton. Ditambah lagi ke depan adanya potensi dari Singapura maupun negara-negara tetangga kita, Timor Leste maupun PNG (Papua Nugini)," katanya.

Pembahasan kerja sama akan dilanjutkan secara lebih rinci, termasuk untuk komoditas pangan lain yang dibutuhkan Singapura.

Baca juga : Gubernur Sumut Bobby Nst Heran, Daerahnya Sulit Dapat Minyak Goreng

"Kami mengusulkan ekspor minimal 10 ribu ton beras dari Indonesia ke Singapura. Selain itu, kami juga ingin meningkatkan kerja sama untuk komoditas ayam, telur, minyak sawit, serta memperkuat pertukaran teknologi pertanian. Ini menjadi langkah kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara," ujar Amran.(han)

Chat with us on WhatsApp