Zulhas : Supermarket Menjadi Penyebab Minyakita Langka

IPOLEKSOS 16 Apr 2026 15:05 3 min read 23 views By Fadhsa
Zulhas : Supermarket Menjadi Penyebab Minyakita Langka
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat diwawancarai wartawan.

Koran Bintan.com | DEPOK — Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan, salah satu biang kerok penyebab langkanya minyak goreng merek Minyakita disejumlah daerah di Indonesia adalah karena supermarket atau ritel moderen ikut menjual produk tersebut.

Zulhas mengatakan, esensi dasar dan target pendistribusian Minyakita adalah pasar-pasar tradisional. Namun, dalam perkembangannya minyak goreng itu menjadi primadona masyarakat dan bahkan sudah dijual hingga ke banyak supermarket kecil dan besar.

"Minyak itu sebetulnya untuk di pasar tradisional. Tapi sekarang semua orang belinya Minyakita, termasuk di supermarket-supermarket," ucap Zulhas saat ditemui di SMAN 1 Depok, Jalan Nusantara Raya, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026).

Dikatakanya, ritel-ritel moderen seharusnya lebih fokus dalam memasarkan minyak goreng merek-merek premium. Padahal, lanjut Zulhas, perbedaan harga antara Minyakita dan merk minyak premium lainnya tidak terlalu jauh.

"Tapi kan ada premium, ya ada merek-merek lain, bedanya kan enggak banyak juga. Kalau Minyakita Rp 16.000, itu Rp 17 (ribu) biasanya gitu," kata Zulhas.

Menurut Ketua Umum DPP PAN ini, bahan baku Minyakita sejatinya berasal dari minyak curah. Semasa dirinya menjabat sebagai Menteri Pedagangan (Mendag), minyak curah tersebut kemudian dikemas menjadi Minyakita.

"Iya, memang begini, Minyakita itu tadinya minyak yang ada di pasar, namanya minyak curah. Zaman saya Mendag, kita minyak curah itu kita kasih packaging, namanya Minyakita," kata Zulhas.

Mendag menegaskan, secara umum, stok minyak goreng masih cukup. Khusus Minyakita, pemerintah akan mendistribusikan ke pasar tradisional. "Minyak cukup, minyak goreng cukup, tapi belum tentu Minyakita, ya. Kalau Minyakita adanya difokuskan ke pasar tradisional," pungkasnya.

Melansir detikFinance, stok minyak goreng rakyat atau Minyakita di sejumlah pasar di Jakarta dilaporkan kosong. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengakui stok Minyakita di lapangan menipis dan kondisi itu telah dilaporkan ke Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Rizal mengatakan pihaknya telah mengajukan penambahan kuota Domestic Market Obligation (DMO) kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Kemarin kami juga sudah lapor ke Pak Mentan untuk mengatasi Minyakita yang kosong tersebut. Terus terang kami sudah mengajukan ke Menteri Perdagangan untuk penambahan kuota," ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Saat ini, BUMN Pangan ikut mendistribusikan Minyakita. Pemerintah mewajibkan produsen menyalurkan minimal 35 persen Minyakita melalui BUMN Pangan.

Rizal menjelaskan kuota tersebut dibagi untuk tiga BUMN, yakni Bulog 7 persen, ID Food 20 persen, dan Agrinas Palma 10 persen. Namun, Rizal mengakui harus pintar mengatur ritme penyaluran karena Bulog juga ditugaskan untuk menyalurkan bantuan pangan (bapang) kepada lebih dari 33 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Nah, ini kan kami juga mengatur ritmenya. Kemarin kami fokus untuk Ramadhan dan Idulfitri, Alhamdulillah lancar. Nah, kemudian setelah ini kami fokus ke bantuan pangan. Nah, mungkin nanti setelah ini kami akan fokus lagi ke pasar lagi. Jadi, memang keterbatasan DMO tersebut apabila dihadapkan dengan kebutuhan Minyakita untuk bantuan pangan. Jadi, kami berbagi," terang Rizal.

Rizal meminta agar kuota DMO ke BUMN Pangan ditambah menjadi 65 persen. Dengan begitu, ia berharap dapat mencukupi kebutuhan pasar sekaligus bantuan sosial secara merata.

"Sesuai arah dari Pak Mentan, kemarin diperintahkan kita untuk menambahkan pengajuan kuota DMO-nya, 65 persen. 65 persen harapannya bisa meng-cover untuk pasar dan termasuk untuk bantuan pangan," ujar Rizal.(han)

Chat with us on WhatsApp