Hanya Hitungan Jam, Presiden Prabowo Langsung Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang
Koran Bintan.com | JAKARTA — Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) barangkali menjadi yang tercepat di Indonesia, hanya kurang dari 12 jam sejak Nanik S Deyang mengunggah pengunduran dirinya melalui akun media sosial Facebook (FB) pribadinya sebagai Kepala BGN pada Rabu (22/7/2026) sekitar jam 03.03 dini hari, Presiden Prabowo Subianto langsung melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN di istana negara pada hari yang sama sekitar pukul 15.00 WIB.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih turut hadir dalam pelantikan Sudaryono.
Baca juga : Gara-Gara Jantung, Nanik Mengundurkan Diri Sebagai Kepala BGN
Pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan disusul pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BGN. Presiden kemudian memandu pengucapan sumpah jabatan Sudaryono.
Setelah pengucapan janji dan sumpah, Sudaryono terlebih dahulu menandatangani berita acara yang diikuti oleh Presiden Prabowo.
"Bapak Presiden memutuskan selaku pengganti Kepala BGN adalah Sudaryono, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian," kata Mensesneg Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Prasetyo menjelaskan pertimbangan Sudaryono ditunjuk sebagai Kepala BGN, salah satunya, Sudaryono mengikuti sejak awal mengenai konsep dan gagasan program MBG. Sebagai Wakil Menteri Pertanian, tentu saja selama ini BGN yang kegiatannya memberikan makan bergizi gratis itu memiliki irisan dengan Kementerian Pertanian.
Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menegaskan dirinya maupun anggota keluarganya tidak memiliki ataupun mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Enggak ada. Enggak ada (keterlibatan ke SPPG), dan saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur. Tidak ada keluarga saya yang punya dapur (MBG)," kata Sudaryono kepada wartawan usai dilantik Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : Cegah Kerusakan Moral Lanjutan, Pimpinan BGN Sowan Ke KPK
Ia menegaskan esensi program MBG adalah memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, memperoleh asupan gizi yang sesuai, bukan sekadar makanan dalam jumlah banyak atau dengan cita rasa tertentu.
"Ingat itu ya, kita menyediakan gizi yang sesuai. Ini namanya makan bergizi gratis, bukan makan enak gratis atau bukan makan banyak gratis, tapi makan bergizi gratis," ujarnya.
Sudaryono juga menilai program MBG memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar pemenuhan gizi. Menurutnya, anggaran negara yang dialokasikan untuk program tersebut turut menggerakkan roda perekonomian di tingkat desa.
Ia mengaku melihat langsung dampak tersebut selama menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, terutama terhadap petani, peternak, dan pelaku usaha yang menjadi bagian dari rantai pasok bahan pangan.
"Dana APBN yang besar itu kemudian beredar di desa-desa. Saya, karena latar belakang saya sebagai Wakil Menteri Pertanian selama dua tahun, melihat langsung bagaimana efeknya," katanya.
"Kami melihat langsung bagaimana manfaatnya kepada ekonomi kita di desa-desa yang dirasakan secara penuh oleh masyarakat, khususnya petani, peternak, dan lain-lain," tandas Sudaryono.(han)