Gara-Gara Jantung, Nanik Mengundurkan Diri Sebagai Kepala BGN

IPOLEKSOSBUD 22 Jul 2026 19:43 5 min read 183 views By Fadhsa
Gara-Gara Jantung, Nanik Mengundurkan Diri Sebagai Kepala BGN
Nanik Sudaryati Deyang saat berdiskusi santai dengan Presiden Prabowo Subianto.

Koran Bintan.com | JAKARTA — Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pengunduran dirinya tersebut disebabkan ia akan melakukan pengobatan penyakit jantungnya ke luar negeri. 

Apalagi kedua anaknya, Kim dan Ara sudah tidak mau berkompromi lagi terhadap kondisi kesehatan Nanik. Bahkan keduanya yang selama ini selalu membenahi pola makan Nanik dan menghindari hal-hal yang bisa memicu stress.

"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN. Demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui. Namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ungkap Nanik melalui akun media sosial Facebook (FB) pribadinya.

Nanik mengaku merencanakan perjalanan ke luar negeri pada  Rabu (22/7/2026) untuk berobat. Nanti membantah kalau kualitas dokter-dokter di Indonesia tidak mumpuni untuk melakukan perawatan terhadap dirinya dibandingkan dokter luar negeri. 

Baca juga : Kepala BGN Sedih Jadi Korban Berita Hoax Media Mainstream

Semua itu kata Nanik, lebih daripada mendengarkan pendapat dari temannya yang pernah berobat ke rumah sakit tersebut. "Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," kata Nanik.

Terkait posisinya kedepan, Nanik mengungkapkan kalau Presiden Prabowo Subianto menrencanakan untuk membentuk Dewan Pengawas BGN, dimana dia akan didapuk menjadi Ketua Dewan Pengawas. "Kalau mencereweti (BGN) kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut," ujar Nanik.

Wanita kelahiran 58 tahun lalu ini mengatakan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah. Dia menegaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan untuk tujuan politis tapi pendukung program yang lebih besar, yakni menciptakan generasi emas di Republik Indonesia (RI).

"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD. Tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos," kata mantan wartawan Tabloid Bangkit ini.

Jadi tambah Nanik, kalau ada yang mengatakan 82 juta penerima manfaat itu untuk pemenangan Pemilu 2029 mendatang menurut dia pemikiran tersebut perlu diluruskan. Pasalnya dia yakin program MBG merupakan program mulia yang bertujuan untuk memperbaiki masa depan generasi muda.

selain itu, multiplier effect kehadiran program MBG juga mampu menggerakan roda perekonomian masyarakat pada level bawah. Sebagai bukti kata Nanik, petani, peternak, dan pedagang pasar kelimpungan menjual barang dagangannya saat libur sekolah selama 3 minggu.

"Petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Demikian juga pedagang di pasar juga sampai harus membuang -buang sayur dan buahnya," ungkap Nanik.

Baca juga : Kepala BGN Akui Diprotes Mitra Gara-Gara Zero Insentif Selama Libur Sekolah

Komisaris PT Pertamina (Persero) ini mengaku telah membangun fondasi perbaikan program MBG dimasa depan. Sebagai contoh, keterlibatan sejumlah staf kementerian/lembaga sebagai pejabat Eselon I di lingkungan BGN.

Mulai dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)dan Kejaksaan.

"Dengan diambil dari berbagai Kementerian dan lembaga maka ke depan BGN akan diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya," tambah Nanik.

Selain itu, Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan ini mengaku telah membentuk Tim 11 yang bertugas melakukan reformasi total di BGN. Mulai dari Tim Refocusing yang bertugas untuk memastikan apakah 62 juta lebih penerima manfaat saat ini tepat sasaran.

Kemudian Tim Evaluasi, bertugas melakukan evaluasi terhadap 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah berjalan namun diragukan keberadaannya karena tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) BGN.

Selain itu ada juga Tim Program MBG di Kawasan 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yang sebagian besar masih sulit dijangkau dengan transportasi umum. Masih ada Tim Efisiensi dan lain-lain yang akan memastikan program MBG tepat sasaran.

"Pak presiden sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B (Balita, Busui dan Bumil), anak -anak SD-SMP serta siswa semua tingkatan  sekolah di kawasan 3T," ujar Nanik.

Terkait pengganti dirinya, Nanik hanya menuliskan kalau penerus jabatan Kepala BGN adalah adiknya dimana dia bisa bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang.

"Mari kita dukung program MBG. Bismillah ini akan membawa kebaikkan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah," tandas Nanik.

Kritis

Sementara itu, Asisten Khusus Presiden bidang Komunikasi Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan mengatakan, gagasan-gagasan Nanik selalu lahir dari tempat yang sama, keberpihakan kepada mereka yang sering tidak terlihat.

Nanik, kata Dirgayuza, mampu membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan hanya dalam waktu satu setengah bulan menjabat.

Baca juga : BGN Setop Sementara Pembangunan Dapur MBG Baru

"Saya mencatat di bawah kepemimpinan Bu Nanik, BGN mengevaluasi hampir 28.000 SPPG yang telah beroperasi. Sebanyak 3.000 dapur sudah diberikan klasifikasi A, B dan C berdasarkan standar kualitas dan keamanan pangan," kata Dirgayuza.

Nanik, kata dia, mampu memimpin ekspansi dapur baru di wilayah yang telah padat dihentikan sementara, kecuali di kawasan 3T. Nanik, tambah dia, juga menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi, tetapi telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda. 

Semua itu, kata Dirgayuza, dilakukan karena Nanik memahami keyakinan Presiden. Yakni, MBG sebagai investasi untuk anak-anak kelak akan menentukan masa depan Republik.

Disinggung jabatan baru Nanik, Dirgayuza mengakui kalau Kepala Negara meminta Nanik untuk tetap mengawasi BGN. Bahkan Nanik kepada dirinya bergurau, sudah tidak sabar untuk kembali bisa “mencereweti” dan “menjewer” jika ada yang menyimpang.

"Selamat berobat, Bu Nanik. Indonesia masih membutuhkan langkah Ibu. Anak-anak Indonesia masih menunggu Ibu kembali—sehat, kuat, kritis dan cerewet seperti biasa," tandas Dirgayuza.(han)

Chat with us on WhatsApp