137 Kepala SPPG di Seluruh Indonesia Dicopot, Kepri Nihil
Koran Bintan.com | JAKARTA — Sebanyak 137 orang Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dicopot dari jabatan akibat melakukan sejumlah pelanggaran. Provinsi Jawa Barat menjadi daerah paling banyak yang menerima sanksi tersebut, sementara Provinsi Kepulauan Riau nihil.
"Per-hari ini, saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 Kepala Dapur (SPPG) di seluruh Indonesia," ujar Sudaryono dalam rilisnya, Senin (3/8/2026).
Mereka berasal dari Jawa Barat sebanyak 49 orang, Lampung 26 orang, Jawa Timur 11 orang, Sumatera Utara 10 orang, Banten 10 orang, dan Jawa Tengah sebanyak 5 orang.
Baca juga : Badan Gizi Nasional Pecat 261 Pegawai Non-ASN, 9 ASN Menyusul
Sudaryono menyebutkan, salah satu yang dicopot itu adalah Kepala SPPG yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SMK Negeri 6 Semarang, Jawa Tengah yang mengalami kasus keracunan massal sebanyak 707 orang, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru pada Jumat (31/7/2026).
"Yang di Semarang itu termasuk Kepala SPPG yang dapurnya menimbulkan kasus keracunan di SMK Negeri 6 Semarang," ucap Mas Dar, demikian dia disapa.
Selain menyebabkan terjadinya keracunan makanan, alasan pencopotan ratusan kepala SPPG ini juga karena pelanggaran indisipliner lainnya.
"Ada juga kasus indisipliner lain, termasuk kasus phishing, dia berwenang mencairkan dana tetapi mengaku menjadi korban scam sehingga mengaku uangnya hilang. Kami juga memberhentikan yang bersangkutan dan dapurnya kami suspend," tambah Mas Dar.
Sudaryono menegaskan, selama masa kepemimpinannya, BGN tidak akan pernah memberikan toleransi terhadap pelanggaran atau penyelewengan dalam bentuk apapun.
"Yang jelas kami zero toleran terhadap keracunan, zero tolerance terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentit uang, dan lain-lain itu kita zero tolerance, dan kami telah menyiapkan suatu sistem mekanisme di mana ya trust is good, but control is better," tandas Mas Dar.
Stop Operasi
Sementara itu di Kepri, khususnya di wilayah Tanjunguban, Bintan, sebuah Dapur MBG SPPG Tanjunguban Selatan 3, yang berada di area Kolam Renang Melayu Bedendang, Jl. Indunsuri, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, sudah sekitar enam minggu atau 1,5 bulan tidak beroperasi.
Baca juga : Pedagang Rumahan Keluhkan Sulit Dapatkan Bahan Jualan Sejak Ada MBG
Menurut Kepala SPPG Tanjunguban Selatan 3, Muhammad Arief, berhentinya operasional Dapur MBG-nya imbas dari pergantian PIC atau person in charge di Badan Gizi Nasional (BGN). Akses Virtual Account (VA) BGN disebut terhubung dengan alamat email mereka yang bermasalah sehingga transaksi tidak dapat dilakukan.
“Ada kendala saat input email, sehingga perlu diurus ulang. Kami hanya meminta VA dikirim ke email yang benar agar operasional bisa berjalan kembali. Pengajuan sudah dilakukan sejak bulan lalu, tetapi diminta menunggu karena BGN sedang melakukan pembenahan di kantor pusat,” imbuh Arief.(han)