Shell Berencana Kembali Berinvestasi Di Sektor Migas RI

ENERGI 21 Aug 2026 20:35 2 min read 167 views By Fadhsa
Shell Berencana Kembali Berinvestasi Di Sektor Migas RI
Manajemen Shell Indonesia melakukan kunjungan ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas). Mereka berencana untuk berinvestasi kembali di Indonesia.

Koran Bintan.com | JAKARTA — Shell, sebuah perusahaan minyak dan gas (migas) multinasional asal Inggris menyatakan minat seriusnya untuk kembali berinvestasi di sektor hulu migas Indonesia. Investasi tersebut terutama diarahkan pada pengembangan kegiatan hulu migas di wilayah lepas pantai atau offshore.

Loaksi offshore (lepas pantai) migas di Indonesia tersebar di perairan laut seperti Perairan laut Jawa bagian barat, Lepas pantai Madura dan sekitar Laut Jawa di Jawa Timur, Selat Makassar, perairan sekitar Kalimantan, Natuna, Kepulauan Riau, perairan Maluku dan Laut Arafura serta Laut Timor. 

Baca juga : Produksi Perdana Migas Sumur Terubuk Di South Natuna Sea Block B Sudah Dimulai

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan, minat investasi tersebut disampaikan langsung oleh manajemen kantor pusat Shell dalam pertemuan dengan SKK Migas.

“Manajemen kantor pusat PT. Shell menyatakan minatnya kembali berinvestasi sangat serius di hulu migas Indonesia, khususnya di offshore,” ujar Djoko dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Menurut Djoko, dalam pertemuan tersebut manajemen Shell berharap dukungan pemerintah terhadap rencana investasi perusahaan tersebut. “Mereka titip salam hormat buat Pak Menteri dan memohon dukungan dari kita,” ungkap Djoko.

Ketertarikan Shell untuk kembali memperkuat investasi di sektor hulu migas Indonesia menjadi sinyal positif di tengah upaya pemerintah meningkatkan investasi eksplorasi dan produksi migas nasional, termasuk pengembangan potensi migas di wilayah offshore.

SKK Migas terus mendorong peningkatan investasi hulu migas melalui penyediaan peluang investasi, percepatan proses perizinan, serta penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas guna mendukung ketahanan energi nasional.

Pada tahun 2019, Shell pernah menandatangani Plan of Development (PoD) dalam proyek LNG Blok Masela yang terletak di perairan Laut Arafura. Waktu itu Shell menguasai 35 persen saham participating interest (PI). Sisanya dikuasai Inpex asal Jepang sebesar 65 persen. 

Baca juga : Akhir Juli, Prime Natuna EP Drilling Tiga Sumur Gas Sekaligus

Namun pada Juli 2020, Shell mundur dari proyek Blok Masela. Beberapa perusahaan migas seperti PT Pertamina (Persero), ExxonMobil, Petroliam Nasional Berhad (Petronas), dan Petrochina merupakan calon pengembang yang akan mengambil alih 35 persen hak partisipasi pengelolaan Proyek Abadi LNG Blok Masela dari Shell.

Vice President Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea mengatakan, penjajakan yang dilakukan Shell di Indonesia merupakan bagian dari evaluasi global perusahaan terhadap peluang eksplorasi di berbagai kawasan.⁠

"Shell sedang menjajaki peluang di sektor hulu migas di Indonesia, seperti juga di kawasan lainnya, sebagai bagian dari evaluasi eksplorasi Shell Global yang sedang berjalan," ujarnya.(han)

Chat with us on WhatsApp