Conrad Sambut Baik Penyelesaian Hot Tap WNTS Pemping, Batam

ENERGI 23 Jun 2026 22:09 3 min read 27 views By Fadhsa
Conrad Sambut Baik Penyelesaian Hot Tap WNTS Pemping, Batam
Jaringan pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS) berwarna merah memiliki total panjang sekitar 656 kilometer. Jaringan pipa bawah laut ini membentang dari lapangan gas di kawasan Natuna hingga ke Singapura, dengan berbagai interkoneksi distribusi yang saat ini juga dialirkan untuk kebutuhan domestik di Batam, Kepri.

Koran Bintan.com | SINGAPURA — Conrad Asia Energy Ltd melalui anak usahanya, West Natuna Exploration Limited (WNEL) sebagai perusahaan yang akan mengelola lapangan Blok Duyung di Natuna menyambut baik dengan telah selesainya sambungan hot tap pada jaringan West Natuna Transportation System (WNTS) - Pemping, Batam, Kepulauan Riau.

Dalam rilis resminya, Conrad Energy Asia mengaku telah telah menerima informasi keberhasilan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) yang melakukan penyambungan pipa dengan metode hot tap pada WNTS ke proyek pipa gas Pemping. 

Baca juga : PLN EPI Selesaikan Hot Tap WNTS Pemping, Gas Natuna Siap Dialiri ke Dalam Negeri

Pemping menurut Conrad merupakan titik pengiriman gas dari lapangan Mako, Natuna yang saat ini dikelola Conrad. Dengan akan beroperasinya WNTS tersebut maka diperkirakan pada kuartal keempat tahun 2027, gas Blok Duyung akan disalurkan ke Indonesia.

“Koneksi dari Cekungan Natuna Barat ke Batam sangatlah penting bagi Indonesia dan para produsen gas di Laut Natuna," kata Direktur Pelaksana dan Chief Executive Officer Conrad, Miltos Xynogalas, Selasa (23/6/2026).

Menurut Miltos, lapangan gas Mako milik Conrad saat ini merupakan lapangan gas terbesar yang belum dikembangkan, dengan cadangan 2P sebesar 330 miliar kaki kubik kotor yang berada di Cekungan Natuna Barat.

"Saat produksi dimulai pada akhir tahun 2027, Mako akan memberikan kontribusi signifikan terhadap tingginya permintaan energi di
Batam dan Sumatra. Pasokan gas ke wilayah ini akan meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak, sekaligus menghasilkan emisi yang lebih rendah," ujar Miltos.

Conrad, yang menemukan lapangan Mako pada tahun 2017, sangat senang bahwa lapangan ini akhirnya akan mulai berproduksi dan memasok gas ke Indonesia. Beberapa fasilitas pendukung untuk lapangan Mako sedang dibangun untuk memproses gas tambahan di luar volume yang tertera dalam kontrak dengan Kementerian ESDM RI.

Baca juga : WNEL Jalin Kerjasama Dengan PT.PAL Bangun EPCT CSF Untuk Blok Duyung Natuna

Sambungan hot tap ke pipa yang sudah beroperasi merupakan proses rekayasa yang sangat khusus, yang memungkinkan penyambungan pipa baru tanpa mengganggu aliran gas di WNTS. Pekerjaan ini dilakukan pada pipa yang mengalirkan sekitar 300 juta kaki kubik gas per hari, beroperasi pada tekanan 1.096 psi, dan terletak di kedalaman 29 meter di bawah air.

Tahap ini dianggap sebagai salah satu bagian yang memiliki risiko tinggi dan tantangan teknis terbesar dalam proses pemasangan pipa. PLN EPI memperkirakan pipa tersebut akan memasuki tahap commissioning (uji coba operasional) minggu ini, diikuti dengan pengiriman awal gas sekitar 25 juta kaki kubik per hari dari produsen gas Laut Natuna yang sudah ada untuk mendukung sistem kelistrikan Batam.

PLN EPI juga telah menandatangani perjanjian jual beli gas dengan West Natuna Exploration Limited milik Conrad untuk volume hingga sekitar 111 juta kaki kubik gas jual per hari (mmscfd) selama periode 2027–2037.

Baca juga : Pertamina Drilling Raih Kontrak Rig untuk Proyek Gas Mako Natuna

Fasilitas Conrad dirancang untuk memproses hingga maksimum 172 mmscfd. Potensi peningkatan produksi akan bergantung pada kemampuan produksi lapangan, prospek wilayah di sekitarnya, serta permintaan gas di kawasan tersebut.(han)

Chat with us on WhatsApp