Akhir Juli, Prime Natuna EP Drilling Tiga Sumur Gas Sekaligus

ENERGI 09 Jul 2026 19:53 3 min read 367 views By Effendi
Akhir Juli, Prime Natuna EP Drilling Tiga Sumur Gas Sekaligus
Anjungan minyak lepas pantai (offshore platform) yang dioperasikan Prime Natuna EP (dulu Harbour Energy) di laut Natuna, kepulauan Riau.

Koran Bintan.com | ANAMBAS — Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Prime Natuna EP akan memulai pekerjaan pengeboran (drilling) di wilayah kerja (WK) Minyak Dan Gas Bumi (migas) Natuna Sea Blok A yang berada di lepas pantai (offshore) Natuna Timur, tepatnya di perbatasan Indonesia-Vietnam pada akhir Juli 2026.

"Pengeboran (drilling) direncanakan dimulai pada akhir Juli 2026 hingga awal Agustus 2026. Kita akan menggunakan rig Ades Edmraine 502 yang saat ini masih dalam tahap persiapan," ungkap Drilling Engineer Prime Natuna EP, Yasir Fadhilah Yusicha disela-sela acara Sosialisasi Pengeboran (Offshore Drilling) Wilayah Kerja Natuna Sea Blok A bersama perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di Aula Tarempa Beach, Siantan, Rabu (8/7/2026).

Yasir

Drilling Engineer Prime Natuna EP, Yasir Fadhilah Yusicha

 

Menurut alumni Universitas Pertamina Jakarta ini, pengeboran yang akan dilakukan Prime Natuna EP merupakan pengeboran eksplorasi. Guna mencari cadangan minyak dan gas baru yang berada di laut dalam Natuna Sea Block A.

Baca juga : Bupati Anambas Aneng Dorong Semua KKKS Migas Pakai Naker Lokal

Adapun target dari kegiatan eksplorasi ini menyasar tiga sumur, masing-masing Laba-laba 1, Bekantan 1, dan Trenggiling South 1. Ketiga lokasi sumur tersebut, merupakan sumur baru yang belum pernah sama sekali dilakukan pengeboran. 

Dengan adanya pengeboran di tiga sumur ini diharapkan mampu menemukan cadangan migas baru yang dapat memperkuat produksi migas di wilayah tersebut.

“Kami berharap, ketiga sumur ini dapat menemukan minyak atau gas. Sehingga, dapat dikembangkan pada tahap berikutnya dan memberikan manfaat bagi produksi perusahaan maupun daerah,” katanya.

Lebih jauh Yasir mengatakan, pengeboran pada sumur Laba-laba 1 diperkirakan selesai dalam satu bulan. Kemudian akan disusul sumur migas Bekantan juga sekitar satu bulan. Sedangkan untuk sumur migas Trenggiling South 1 membutuhkan waktu sedikit agak lama sekitar dua bulan, karena memiliki tingkat tantangan yang lebih tinggi karena kondisi lingkungan ekstrem, operasional logistik yang kompleks, serta risiko keselamatan yang menuntut mitigasi ketat

Disinggung lokasi shorebase atau fasilitas darat yang berfungsi sebagai hub/pusat logistik serta area transfer material, peralatan dan personel untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi migas Prime Natuna EP, mantan Drilling Engineer di PETRONAS Carigali Indonesia ini menyebutkan akan memanfaatkan Matak Base.

Matak ShorebaseMatak Shorebase terletak di Desa Payalaman, Kute Siantan, Anambas 

"Pemilihan Matak Base ini sebagai bukti bahwa kehadiran kita tidak hanya peduli pada perekrutan tenaga kerja lokal saja tetapi bagaimana kehadiran kita juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Anambas ini," tandas mantan Drilling Engineer Offshore Mahakam, Pertamina Hulu Mahakam ini.

Sementara itu Manager Safety, Health and Environment Prime Natuna EP, Dr. Riris, menegaskan, perubahan operator tidak mengubah standar keselamatan, kesehatan kerja, maupun perlindungan lingkungan yang selama ini diterapkan perusahaan.

Menurutnya, seluruh kegiatan di Blok Natuna Sea Block A telah memiliki dokumen persetujuan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.  Dan perusahaan terus memperbarui pelaksanaan pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga : WNEL Jalin Kerjasama Dengan PT.PAL Bangun EPCT CSF Untuk Blok Duyung Natuna

“Kepemilikan boleh berubah, tetapi standar kami tidak turun. Kami tetap berkomitmen terhadap keselamatan, kesehatan, dan menjaga lingkungan,” katanya.

Dikatakan Dr. Riris, pengeboran akan menggunakan lumpur berbahan dasar air yang lebih ramah lingkungan. Material tersebut selalu diuji, agar memenuhi baku mutu sebelum digunakan maupun sebelum dilepas sesuai prosedur sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup dan ekosistem sekitar.

Selain itu, perusahaan telah menyiapkan prosedur tanggap darurat apabila terjadi insiden, termasuk latihan penanggulangan tumpahan minyak bersama instansi terkait, sebagai bagian dari kesiapsiagaan operasi.

"Dengan dukungan SKK Migas, pemerintah daerah, aparat keamanan, nelayan, serta seluruh pemangku kepentingan, kami berharap, kegiatan eksplorasi berjalan aman, mencapai target produksi baru, menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta mempertahankan target zero accident selama seluruh rangkaian operasi di Blok A Natuna," tandas Riris.(fen)

Chat with us on WhatsApp