Sepekan, Damkar Tanjunguban Jungkir Balik Padamkan Si Jago Merah
Koran Bintan.com | TANJUNGUBAN — Selama Lima hari berturut-turut sejak Selasa (4/8/2026) hingga Minggu (9/8/2026), Kantor UPT Pemadam Kebakaran Tanjunguban, Bintan Utara telah menangani tujuh kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada beberapa lokasi yang berbeda-beda.
"Kejadian ini (karhutla) jaraknya dekat-dekat, sehingga membuat kami harus jungkir balik menanganinya (memadamkan api)," ungkap Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, Senin (10/8/2026).
Menurut Panyodi, pekan lalu, laporan telah terjadi kebakaran karhutla dari masyarakat diterima mereka pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 11.45 WIB. Lokasi kejadian berada di sekitar Jl. Cendana, Perumahan Air Molek, Desa Sebong Pereh, Teluk Sebong, Bintan.
Baca juga : Tabung Boiler Setrika Uap Londri Bocor, Sebuah Rumah di Kamboja Nyaris Hangus
Setelah tim Damkar bekerja keras, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.45 WIB. Akibat kebakaran itu, lahan yang hangus sekitar satu setengah hektar.
Kemudian pada hari yang sama, sekitar jam 19.05 WIB, UPT Damkar Tanjunguban menerima laporan lagi telah terjadi karhutla di Jl. Cendana, sekitar SDN 10 Teluk Sebong. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB dan lahan yang hangus sekitar satu hektar.
Keesokan harinya, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, Kantor Damkar Tanjunguban menerima telepon dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Baru, Teluk Sebong, Bripka Edo Firmansyah yang mengabarkan telah terjadi karhutla di lokasi milik Koperasi Wira Artha sekitar Jl. Hangtuah, Kota Baru, Teluk Sebong.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.20 WIB dan lahan yang hangus sekitar setengah hektar.
Dua hari kemudian, Jum'at (7/8/2026), kebakaran lahan atau semak belukar terjadi di dua lokasi berbeda. Pada dini hari sekitar jam 2.30 WIB, UPT Damkar Tanjunguban mendapatkan laporan kejadian karhutla di sekitar Jl. Mahoni, Kampung Mekarsari, Tanjunguban Timur.
"Seorang warga yang sedang ronda malam sekitar jam 2.30 WIB melihat dari kejauhan ada cahaya kemerah-merahan seperti kebakaran besar. Dia langsung menelepon nomor kontak UPT Damkar di (0771) 4651295 dan WA 0831 4066 2233," ungkap Panyodi.
Begitu menerima laporan tersebut, dua petugas Damkar yang bertugas malam itu langsung gerak cepat menuju lokasi dimaksud untuk memastikan laporan yang diterima. Setibanya di lokasi, mereka mendapati titik api berada sangat dekat dengan kawasan permukiman.
Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan petugas langsung membangunkan warga dengan mengetuk pintu rumah mereka. "Kami langsung membangunkan warga dengan menggedor pintu rumah, karena jarak api sangat dekat, sekitar 50 meter," kata Panyodi.
Baca juga : Kebakaran Nyaris Ratakan Bangunan SMPN 15 Bintan Di Busung
Baru selesai memadamkan api di Tanjunguban, sekitar jam 14.10 WIB, mereka kembali menerima laporan telah terjadi karhutla di sekitar Jl. Batin Kundang, Desa Sebong Pereh, Teluk Sebong seluas satu setengah hektar.
Sementara itu pada Sabtu (8/8/2026) sekitar jam 18.30 WIB, kebakaran lahan atau semak belukar terjadi di sekitar taman pemakaman umum (TPU) Bintan Utara, Jl. Taman Sari, Tanjunguban Utara seluas setengah hektar.
Terakhir, UPT Damkar Tanjunguban mengatasi kebakaran lahan atau semak belukar pada hari Minggu (9/8/2026) sekitar jam 13.53 WIB yang terjadi di Perumahan Alamanda, Jl. Karya Praja, Tanjunguban Selatan seluas setengah hektar.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Panyodi mengatakan belum ada saksi yang mengetahui awal munculnya api karena warga yang pertama melihat hanya menyaksikan kobaran api dari kejauhan, sedangkan warga sekitar masih tertidur saat kejadian.
Seraya mengakhiri, Panyodi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar atau membakar sampah sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.(sam)