Kepala BGN Sedih Jadi Korban Berita Hoax Media Mainstream

IPOLEKSOSBUD 11 Jul 2026 19:52 5 min read 193 views By Fadhsa
Kepala BGN Sedih Jadi Korban Berita Hoax Media Mainstream
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.

Koran Bintan.com | JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengaku acap kali menjadi korban berita hoax atau informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat dan direkayasa agar seolah-olah terlihat dan terdengar seperti fakta. 

Mirisnya kata Nanik, pemberitaan hoax tentang dirinya bukan dilakukan oleh netizen saja namun media-media mainstream ikut-ikutan dengan membuat judul bombastik atau membuat meme hoax.

"Saya termasuk korban berita hoax, berita rekayasa, dan sejenisnya bukan saja dilakukan oleh nitizen tapi juga oleh media-media mainstream," kata Nanik melalui laman facebooknya, Sabtu (11/7/2026).

Baca juga : Kepala BGN Akui Diprotes Mitra Gara-Gara Zero Insentif Selama Libur Sekolah

Menurut Nanik, hari ini, betapa sulitnya mencari kebenaran berita baik melalui media mainstream maupun berita ala nitizen. Hal ini kata dia karena semua media, berlomba-lomba mencari sebanyak-banyaknya notifikasi, like dan komen alias alias zaman algoritma.

"Akhirnya semua berlomba  membuat judul bombas atau membuat meme hoax. Tidak ada etika lagi dalam komunikasi di dunia maya," tambah nanik.

Anehnya, saat dia sendiri yang mengirimkan link berita benar dari sebuah media mainstream besar ternyata temannya malah meragukan kebenaran berita yang dia kirim tersebut. Sehingga terpaksa mengirim video asli yang memuat sumber berita tersebut.

"Itulah gambaran betapa sulitnya kita sekarang mempercayai sebuah berita meski diberitakan oleh media mainstream dan tergolong besar," kata Nanik lagi.

Beberapa contoh berita hoax media mainstream mengenai dirinya beber Nanik, diantaranya dengan judul Dua Jam Setelah Bertemu Pimpinan KPK, Kepala BGN Nanik S Deyang Menghilang.

Padahal yang sebenarnya kata Nanik, ada kesepakatan antara dirinya dengan Ketua KPK Setyo Budiyanto, bahwa yang akan menyampaikan keterangan pers kepada wartawan saat itu ditunjuk Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono salah satu dari Deputi Pencegahan KPK.

Baca juga : Cegah Kerusakan Moral Lanjutan, Pimpinan BGN Sowan Ke KPK

"Nah saat saya dan Waka BGN yang lain, Pak Trenggono pulang, dan wartawan tidak melihat kami pulang, maka saya disebut menghilang. Mungkin biar dramatis dan banyak yg nge-share karena asyik untuk bahan bullyan," ujar Nanik.

Selain itu tambah Nanik, terdapat juga salah satu media mainstream yang sebetulnya bos besarnya merupakan kawan lamanya. Tetapi karena ada rasa benci terhadap dirinya atau program Makan Bergizi Gratis (MBG), teman tersebut malah membuat judul berita yang lebih dramatis, Setelah  Nanik S Deyang Menghilang Saat di KPK, Kantor BGN Dipasangi Police Line.

"Saya pernah menjadi wartawan dan mungkin sampai sekarang masih punya jiwa wartawan sampai ngurut dada berkali-kali. Apakah separah ini etika wartawan dalam menyampaikan informasi ke publik sampai mengarang bebas demi untuk memperoleh monetasi," tanya Nanik.

Salah satunya beber Nanik, pada hari Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, dia bersama dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sedang rapat di ruang kerjanya di kantor BGN.  

"Tiba-tiba ada bunyi kretek..kretek terus praaaang. Kaca jatuh dari lantai 2. Saya sempat minta Pak Trenggono untuk melihat apa yg terjadi. Gak lama Pak Trenggono balik lagi, bilang ada kaca jatuh dari lantai 2," ungkap Nanik.

Lalu sekitar pukul 14.00 WIB, Nanik mengaku ditelepon temannya, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Jepang. "Mbak kantor BGN ditembaki orang ya," tanya Todutua.

Baca juga : Kantin Sekolah di Wilayah 3T, Termasuk Kepri Akan Jadi Dapur MBG

Mendengar pertanyaan itu, Nanik mengaku kaget. Dia mengatakan kalau apa yang terjadi, ada kaca didalam bangunan kantor BGN yang jatuh dan menurut pemilik bangunan sudah sering terjadi karena pertemuan udara panas dari luar bangunan dan udara dingin dari dalam bangunan sehingga membuat kaca memuai.

Nanik lantas bertanya kepada Wamen Todo terkait sumber berita yang dia dapatkan. Dan dijawab kalau sumbernya berasal dari pesan whatsapp yang dikirim teman-temannya.

Mengetahui itu, Nanik meminta stafnya untuk menelusuri pemberitaan terkait kaca jatuh di kantor BGN.

Ternyata, dari hasil penelusuran stafnya dan para Wakil Kepala BGN, tidak ada satupun yang memberitakan hal itu. Kecuali satu akun yang mengunggah foto serpihan kaca, kemudian membuat judul Kantor BGN ditembaki.

Kepala dan Wakil Kepala BGN melanjutkan rapat, tiba-tiba sekitar pukul 15.00 WIB, ia mendapatkan laporan ada polisi dari Polda Metro Jaya atau dari Polres Jakarta Pusat datang untuk menyelidiki persoalan kaca pecah tersebut dan langsung memsangan garis polisi atau police line di halaman Kantor BGN yang terletak di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Mengetahui hal itu, Wakil Kepala BGN Trenggono dan pemilik gedung langsung menemui polisi yang melakukan pemeriksaan. Pemilik gedung menyampaikan, kalau kaca yang pecah itu bukan karena ditembak melainkan akibat terjadinya pemuaian dan sudah sering terjadi.

Namun perkembangan di dunia maya, sore sampai malam hari, puluhan berita terus bermunculan terkait isu Kantor BGN ditembaki orang tidak dikenal (OTK). Namun masih ada media besar yang cukup profesional dan bijak mengklarifikasi kalau kaca yang pecah di Kantor BGN bukan karena ditembaki melainkan adanya pemuaian.

"Oke case close. Eh kemarin ada satu media yang memberitakan, lagi-lagi menjual nama saya supaya banyak dishare memuat judul Nanik S Deyang Menghilang Saat Di KPK, Kantor BGN Di-Police Line," tutur Nanik tertawa.

Menurut Nanik, judul berita tersebut terkesan dipaksakan dan tidak saling berkaitan. Pasalnya, saat melakukan silaturahmi ke KPK itu dilakukan pada Selasa (7/7/2026) sore. Dan kejadian kaca pecah di BGN terjadi pada Kamis (9/7/2026) siang.

"Kok bisa judulnya disambung dan dipas-paskan biar seperti terjadi sesuatu atas diri saya," kata Nanik.

Seraya mengakhiri, Nanik mendoakan orang-orang yang menulis berita-berita fitnah tentang dirinya, kiranya diampunkan dosa-dosanya dan diberikan hidayah. "Semoga yg dapat duit karena menulis fitnah-fitnah terhadap saya diampuni dosa -dosanya dan diberikan hidayah agar mencari uang dengan cara yang lebih halal. Aamiin YRA," tulis Nanik mengakhiri.(han)

Chat with us on WhatsApp