Bupati Bintan Pimpin Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla

BINTAN 28 Aug 2026 12:49 3 min read 64 views By Samsul
Bupati Bintan Pimpin Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla
Bupati Bintan Roby Kurniawan memimpin Apel Kesiapsiagaan dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di wilayah hukum Polres Bintan Tahun 2026 yang digelar dihalaman Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Jum'at (28/8/2026).

Koran Bintan.com | BINTAN BUYU — Bupati Bintan Roby Kurniawan memimpin Apel Kesiapsiagaan dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Wilayah Hukum Polres Bintan Tahun 2026 yang digelar dihalaman Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Jum'at (28/8/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Roby menegaskan, terkait maraknya dugaan pembakaran lahan yang disengaja, ia meminta seluruh aparat maupun masyarakat untuk sama-sama menjadi pengawas di wilayahnya masing-masing.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi prioritas dan perhatian Pemerintah Kabupaten Bintan bersama seluruh stakeholder yang ada. Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG) yang memprediksi musim kemarau akan berlanjut hingga September 2026, menjadi atensi seluruh pihak untuk merumuskan langkah pencegahan dan penanganan.

Roby Kurniawan berterima kasih dan mengapresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Polres Bintan atas terselenggaranya Apel Kesiapsiagaan ini. Menurutnya, Bintan memiliki bentang wilayah luas berkaitan dengan hutan dan lahan serta potensi munculnya titik api di tengah kemarau yang berkepanjangan.

Baca juga: WANTED! Pemkab Bintan Cari Komisaris Dan Direktur BUMD PT. Bintan Karya Bahari (Perseroda)

Letak geografis memungkinkan Bintan memiliki beberapa risiko bencana seperti tanah longsor, banjir, cuaca ekstrem, gelomban tinggi, abrasi, kebakaran hutan dan lahan hingga kekeringan yang bisa terjadi kapan saja tanpa bisa diprediksi secara pasti.

“Bagi kami ini mitigasi awal terkait karhutla yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk potensi-potensi ke depan. Kami mengajak seluruh pihak termasuk masyarakat untuk sama-sama bersinergi dan berapa pada tahap kesiapsiagaan,” ujar Roby yang ditemui usai pelaksanaan apel.

Apel Kesiapsiagaan ini diikuti personel Polres Bintan, unsur medis dari Dinas Kesehatan,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, hingga Camat se-Kabupaten Bintan. Berbagai kendaraan taktis serta kelengkapan APD dan peralatan tanggap darurat juga turut disertakan yang menandakan kesiapan serius menghadapi karhutla yang ada di Bintan.

Terlihat hadir dalam acara tersebut, Komandan Komando Distrik Militer 0315/Tanjungpinang (Kodim 0315/TPI) Kolonel Inf. Abdul Hamid, Kapolres Bintan AKBP Argya Satrya Bahwana, Wakapolres Bintan Kompol Ahmad Rudi Prasetyo, Sekretaris Daerah Bintan Ronny Kartika, Kepala Pelaksana BPBD Bintan Ramlah dan tamu undangan lainnya.

1.142 Hotspot

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang mencatat sebanyak 1.142 titik panas atau hotspot terdeteksi di Pulau Bintan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Data ini menunjukkan bahwa wilayah Kepulauan Riau, khususnya Pulau Bintan, masih berada dalam kondisi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kering yang berkepanjangan.

Sebagian besar terdeteksi di Kabupaten Bintan, sementara sisanya berada di Kota Tanjungpinang. Dari total 1.142 titik panas yang terpantau, sebanyak 1.124 titik berada di Kabupaten Bintan, sedangkan 18 titik lainnya ditemukan di Kota Tanjungpinang.

Baca juga: Petakan Lahan Warga Tanjunguban, Pemkab Bintan Pakai Teknologi Tesla dari AS

Menurut BMKG, tingginya jumlah hotspot di Pulau Bintan tidak terlepas dari kondisi cuaca yang cenderung kering dalam beberapa bulan terakhir. Wilayah tersebut diketahui mengalami hari tanpa hujan dalam durasi yang cukup panjang sejak Juli hingga Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat vegetasi menjadi lebih mudah terbakar, terutama di area lahan kosong dan semak belukar. Situasi ini turut meningkatkan potensi munculnya kebakaran lahan secara cepat, bahkan dari sumber api kecil sekalipun.

Namun demikian, BMKG juga mengingatkan bahwa data titik panas yang terpantau satelit tidak selalu mencerminkan seluruh kejadian di lapangan.(sam)

Chat with us on WhatsApp