Aktivitas Penerbangan Terganggu Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

IPOLEKSOSBUD 06 Sep 2026 21:49 2 min read 92 views By Fadhsa
Aktivitas Penerbangan Terganggu Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau. (Foto : Ist)

Koran Bintan.com | JAKARTA — Abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian masyarakat pada Minggu, 6 September 2026. Sebaran abu terpantau meluas ke sejumlah wilayah dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui citra satelit Himawari-9 serta dampaknya terhadap aktivitas penerbangan. 

Teridentifikasi dua klaster utama debu vulkanik, hingga 15.000 kaki, bergerak ke arah timur laut–barat laut. Sedangkan hingga 50.000 kaki, bergerak ke arah barat daya–barat laut.

Baca juga: Mencekam! Bumi NTT Terus Bergetar Sebanyak 2.403 Kali

Terdapat sekitar 53 SIGMET atau peringatan cuaca signifikan untuk penerbangan terkait sebaran debu vulkanis dari erupsi besar Gunung Anak Krakatau yang telah diterbitkan dan sejumlah bandara melakukan penyesuaian operasional.

Seperti bandara Soekarno-Hatta menutup operasionalnya dari pukul 02.08 - 23.59 WIB, bandara Halim Perdanakusuma tutup pukul 07.20 - 23.59 WIB, bandara Radin Inten II Lampung tutup pukul 04.18 - 23.59 WIB, bandara Husein Sastranegara tutup pukul 12.07 - 23.59 WIB, dan bandara Budiarto tutup pukul 06.48 - 23.59 WIB,

Sementara bandara Pondok Cabe milik PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, yaitu PT Pelita Air Service tutup pukul 10.05 - 23.59 WIB, bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung tutup pukul 11.30 - 23.59 WIB, bandara Bandara Atung Bungsu, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan tutup pukul 13.34 - 17.00 WIB.

BMKG mengimbau, khususnya masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda, untuk tetap waspada, tidak panik, serta mengikuti informasi dari sumber resmi.

Bandara RHP Terkena Dampak

Sementara itu dari bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang terpaksa membatalkan penerbangan dari dan menuju Bandara RHF Tanjungpinang pada Minggu (6/9/2026).

Maskapai yang mengalami pembatalan adalah maskapai Batik Air ID 6824 rute Jakarta-Tanjungpinang sebanyak 74 penumpang. Kemudian, Batik Air ID 6825 Tanjungpinang-Jakarta sebanyak 126 penumpang, lalu Citilink QG 974 Jakarta-Tanjungpinang sebanyak 136 penumpang, serta Citilink QG 975 Tanjungpinang-Jakarta sebanyak 133 penumpang.

Baca juga: Korban Gempa 7,7 M di NTT Bertambah: 33 Orang Tewas, 23 Luka, Ribuan Mengungsi

General Manager Bandara Internasional RHF Tanjungpinang, M. Setiadi Dermawan menyebutkan empat penerbangan dari dan ke bandara tersebut batal sebagai dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Erupsi ini berdampak pada sebaran abu vulkanik di jalur penerbangan serta operasional Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta ke beberapa wilayah, termasuk Tanjungpinang," kata Setiadi.

Pembatalan penerbangan ini kata Setiadi semata-mata dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat. ""Bagi masyarakat yang akan berpergian melalui Bandara RHF diharapkan rutin memantau jadwal penerbangannya dan berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan jadwal penerbangannya," tandasnya.(han/dre)

Chat with us on WhatsApp