Pertama Kali, Pembalap Swedia Meninggal Dunia Pada Ajang Tour de Bintan 2026

BINTAN 23 Aug 2026 21:07 3 min read 134 views By Samsul
Pertama Kali, Pembalap Swedia Meninggal Dunia Pada Ajang Tour de Bintan 2026
Kelompok pembalap sepeda Tour de Bintan 2026 sedang melakukan ride atau berkendara bersama sebelum melakukan overtake atau mendahului pembalap lain.

Koran Bintan.com | LAGOI — Seorang warga negara Swedia berinisial FCF (53) menghembuskan nafas terakhir ditengah keramaian perhelatan Tour de Bintan 2026. Sejak digelar tahun 2009, kejadian kelam ini menjadi yang pertama dalam sejarah penyelenggaran balap sepeda berskala internasional di Bintan.

“Ya, dari hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal dunia karena terkena serangan jantung di kawasan pariwisata Lagoi, Bintan sebelum pelaksanaan lomba Tour de Bintan 2026," ungkap Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, Minggu (23/8/2026).

Menurut AKP Bimo, sehari sebelumnya, pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, korban FCF bersama tiga orang rekannya, sedang melakukan sesi latihan menjajal lintasan yang akan dilalui mereka keesokan harinya.

Baca juga: Chaidir Akbar Kembali Juarai Tour de Bintan 2026, Berawal Dari Niat Ride Santai

Usai latihan, saat ketiganya tiba di Hotel Natra Bintan, atau persisnya di areal tepi kolam renang Treasure Bay, tiba-tiba korban pingsan. Korban langsung dilarikan ke klinik terdekat. Dari hasil pemeriksaan medis oleh dokter klinik, korban mengalami serangan jantung sehingga meninggal dunia. "Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik," kata AKP Bimo.

Sedangkan Kapolsek Bintan Utara AKP Jul Ilham melalui Kanit Reskrim Iptu Wisuda Meitari mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi, korban sempat tumbang dilokasi kejadian. Saat itu korban masih bernapas namun terputus-putus.

Teman korban segera memberikan pertolongan pertama dengan mendongakkan kepala korban atau head-tilt guna membuka jalan napas pada korban yang tidak sadar.

Sementara itu, pihak hotel segera mengangkat tubuh korban menggunakan tandu, dan membawa klinik terdekat. "Dalam perjalanan ke klinik, pihak hotel masih merasakan denyut nadi korban. Begitu sampai di klinik, langsung dilakukan pengecekan dan langsung dilakukan proses CPR/RJP Jantung," ujar Iptu Wisuda.

Namun takdir berkata lain, sekitar pukul 15.15 WIB pihak klinik menyatakan korban telah meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah korban dikirim ke RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang didampingi oleh penerima kuasa keluarga, pihak hotel, petugas klinik dan polisi.

Baca juga: Pembalap Komunitas King Banana Cycling, Jawa Timur Sapu Jalanan Tour de Bintan, Juarai Kategori Grand Fondo Challenge 50-54 Male

Masih menurut Iptu Wisuda, korban terdaftar sebagai peserta Tour De Bintan untuk kategori lintasan 150 kilometer, yang baru akan dipertandingkan pada Minggu (23/8/2026). "Korban berada di Lagoi bersama dengan istrinya, seorang wanita berkebangsaan Tiongkok," kata Wisuda.

Dari hasil pelaksanaan visum luar oleh tenaga medis RSUP RAT Tanjungpinang, yang berakhir sekitar pukul 19.00 WIB ditemukan, bagian leher kepala tampak mulai menghitam, menandakan gejala kematian yang diduga karena serangan jantung, dan tidak ada tanda kekerasan fisik.

Pihak keluarga menolak untuk dilaksanakan autopsi dan menerima kejadian atas kematian korban. Serta meminta semua pihak membantu kepulangan Jenazah agar tidak terdapat kendala.(sam)

Chat with us on WhatsApp