Penumpang Roro KMP BN 03 Tujuan Tambelan Diduga Jatuh ke Laut

BINTAN 23 Jul 2026 19:39 3 min read 318 views By Samsul
Penumpang Roro KMP BN 03 Tujuan Tambelan Diduga Jatuh ke Laut
Christina Lindasari (43) dilaporkan menghilang dari dalam kapal roro KMP Bahtera Nusantara (BN) 03 yang berlayar dari pelabuhan ASDP Tanjunguban menuju Tambelan, Kabupaten Bintan pada Selasa (21/7/2026).

Koran Bintan.com | TANJUNGUBAN — Seorang penumpang kapal roro KMP Bahtera Nusantara (BN) 03 bernama Christina Lindasari (43) dilaporkan menghilang dari dalam kapal yang berlayar dari pelabuhan PT. ASDP (Persero) Tanjunguban menuju Tambelan, Kabupaten Bintan  pada Selasa (21/7/2026).

Christina bersama anaknya diketahui bersama-sama memasuki lambung Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara 03 yang akan berangkat ke Tambelan pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kemudian pada keesokan harinya, Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, anak korban mencari-cari keberadaan ibunya namun perempuan itu tidak bisa ditemukan. Dua jam kemudian, anaknya melaporkan kejadian itu kepada petugas kapal.

Baca juga : Penumpang Keluhkan Sistem Pembelian Tiket Kapal PT. ASDP (Persero)

"Usai menerima laporan, kita langsung melakukan penyisiran keseluruh area kapal," ungkap General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Reno Yulianto, Kamis (23/7/2026).

Nakhoda kapal kata Reno, langsung menginstruksikan seluruh awak kapal untuk melakukan pencarian ke setiap sudut kapal. Penyisiran dilakukan di seluruh ruangan, mulai dari ruang terbuka smooking area, hingga ke car deck.

Selain melakukan penyisiran, awak kapal juga turut mengumumkan informasi orang hilang melalui jaringan pengeras suara terpusat di berbagai sudut kapal serta memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV).

Dari hasil pemeriksaan CCTV, Christina terakhir kali terlihat berjalan di lorong dekat dek bar atau kantin kapal pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 22.47 WIB atau beberapa jam sebelum kapal lepas tali.

Pencarian masih terus dilakukan saat kapal bersandar di pelabuhan  roro Tambelan. Namun, lagi-lagi Christina tetap tidak ditemukan oleh awak kapal, anggota keluarga maupun warga yang ikut membantu saat itu. “Korban tetap tidak ditemukan di atas kapal maupun di pelabuhan tujuan,” kata Reno.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang
Pelayaran, nakhoda sempat melakukan deviasi/penyimpangan rute atau haluan untuk melakukan pencarian dan pertolongan di sekitar jalur pelayaran sebelum melanjutkan perjalanan. 

"Kita terus berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait untuk mendukung proses pencarian. Kita juga turut prihatin atas insiden tersebut dan berharap penumpang yang dilaporkan hilang dapat segera ditemukan," tandas Reno.

Baca juga : Kini Setiap Minggu Kapal Roro Ke Natuna Dan Anambas Berangkat Dari Tanjunguban

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang Fazzli mengaku menerima laporan adanya penumpang KMP KMP Bahtera Nusantara 03 pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

KPP Tanjungpinang kata Fazzli langsung mengerahkan  armada Kapal Negara (KN) SAR 209  dengan 22 personel menuju lokasi kejadian dari dermaga Kampung Bulang, Tanjungpinang pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. 

Kemudian, KN SAR 209 meluncur menuju area pencarian yang berjarak sekitar 37 Nautical Mile (Nm) atau sekitar 68,5 kilometer pada radial 130°. Operasi pencarian menggunakan metode track line atau menyisir sepanjang jalur yang dilewati KMP Bahtera Nusantara 03, dengan bentangan jarak sejauh 40 Nm dan track spacing 2.5 Nm.

Memasuki hari kedua pencarian pada Kamis (23/7/2026) pagi, KPP Tanjungpinang memutuskan untuk memperluas area penyisiran dengan mengerahkan armada utama.

“Sebanyak 22 personel Tim Rescue digerakkan menggunakan kapal KN SAR 209 dari Dermaga Kampung Bulang menuju titik perkiraan jatuh di antara Perairan Lobam dan Numbing,” tandas Fazzli.

Hingga berita ini diunggah, Christina Lindasari masih belum ditemukan. Koran Bintan masih akan terus menghimpun keterangan dari pihak berwenang dan akan disampaikan pada pemberitaan berikutnya.(sam)

Chat with us on WhatsApp