Penumpang Keluhkan Sistem Pembelian Tiket Kapal PT. ASDP (Persero)

BINTAN 12 Jul 2026 14:55 3 min read 231 views By Samsul
Penumpang Keluhkan Sistem Pembelian Tiket Kapal PT. ASDP (Persero)
Rute pelayaran kapal roro Bahtera Nusantara 01 dari Tanjunguban, Bintan menyusuri pulau-pulau di Kabupaten Anambas dan Natuna hingga ke Sintete, Kalimantan Barat.

Koran Bintan.com | BINTAN — Banyak penumpang yang menggunakan pelayanan kapal roro PT. ASDP (Persero) dari Tanjunguban, Bintan, Kepulauan Riau menuju Sintete, Kalimantan Barat yang mengeluhkan sistem pembelian tiket.

Penumpang merasakan kejanggalan terkait sistem pembelian tiket tersebut. Dimana penumpang yang berangkat dari Tanjunguban diwajibkan membeli tiket dengan melakukan pemesanan awal melalui platform aplikasi Ferizy atau secara elektronik. 

Namun pemesanan tiket secara online tersebut hanya bisa sampai ke daerah tujuan berikutnya dan bukan tujuan akhir penumpang. Sedangkan untuk menuju tujuan akhir, penumpang diwajibkan membeli tiket kembali secara manual, baik melalui konter yang ada dipelabuhan atau membayar diatas kapal (on-board).

Baca juga : Kini Setiap Minggu Kapal Roro Ke Natuna Dan Anambas Berangkat Dari Tanjunguban

"Kalau model begini kami yang repot, jumlah penumpang jauh lebih banyak dari kapasitas kursi yang tersedia diatas kapal," ungkap Udin, warga Tambelan, Bintan kepada Koran Bintan, Ahad (12/7/2026).

Menurut dia, akibat kapasitas penumpang yang berlebihan itu berdampak kepada kenyamanan penumpang yang baru naik. Pasalnya dapat dipastikan mereka yang naik dari Tambelan ke Tanjunguban tidak akan kebagian tempat duduk, apalagi tempat tidur.

Akibatnya jangan heran kalau penumpang terpaksa memanfaatkan ruang-ruang yang ada di kapal tersebut, seperti ruang terbuka smooking area, hingga ke car deck untuk tempat bersitirahat mereka. "Itupun kalau dapat tempat. Biasanya kita sudah kalah duluan dengan pisang atau box fiber ikan. Ya terpaksa tidur diatas box fiber ikan la," tandas warga Teluk Sekuni, Tambelan ini.

Menanggapi keluhan ini, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepri Dini Kusumahati mengatakan, maksimal pada bulan September mendatang, sistem pembelian tiket kapal perintis akan diubah melalui penerapan one gate system.

Dengan sistem ini, penumpang hanya membeli satu tiket saja sejak keberangkatan hingga tujuan akhir tanpa harus turun di setiap pelabuhan transit untuk membeli tiket tujuan berikutnya. "Kita sudah sampaikan kepada manajemen PT. ASDP untuk segera merealisasikan kebijakan ini," kata Dini.

Kebijakan ini akan diimplementasikan untuk kapal-kapal perintis yang melayani rute Tanjunguban, Kijang, Matak ,Kuala Maras, Letung, Anambas - Matak - Midai, Natuna - Sedanau, Natuna - Penagi, Natuna hingga hingga Subi, Natuna - Serasan, Natuna dan Sintete, Kalimantan Barat dan wilayah lainnya.

Baca juga : Dirut ASDP : Pengembangan Pelabuhan Tanjunguban Langkah Strategis Jawab Pertumbuhan Mobilitas dan Distribusi Logistik

Dini mengaku banyak menerima masukan dari masyarakat yang mengeluhkan sistem pembelian tiket yang dinilai merepotkan penumpang. Adanya kebijakan ASDP untuk penumpang yang telah berada di atas kapal agar turun ke konter tiket di pelabuhan persinggahan apabila ingin melanjutkan perjalanan memang terkesan merepotkan.

Pemberlakuan one gate system kata Dini merupakan hasil kesepatan bersama yang dihasilkan pada saat Rapat Koordinasi yang dihadiri BPTD, Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Perhubungan kabupaten, serta operator kapal pada tanggal 8 Juli 2026 lalu. 

Dengan sistem baru ini, kata Dini, proses naik turun penumpang akan lebih tertib, waktu sandar kapal menjadi lebih efisien, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berpergian antarpulau.

"Jadi masyarakat tidak ribet lagi. Ini juga merupakan aspirasi yang disampaikan masyarakat, khususnya dari Natuna dan Anambas. Kami berharap dengan one gate system pelayanan kapal perintis menjadi jauh lebih baik," tandas Dini.(sam)

Chat with us on WhatsApp