Pemprov Jawa Tengah Jajaki Peluang Kolaborasi Dan Investasi Di IKN

IPOLEKSOSBUD 07 Aug 2026 15:01 3 min read 97 views By Fadhsa
Pemprov Jawa Tengah Jajaki Peluang Kolaborasi Dan Investasi Di IKN
Rombongan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Ahmad berfoto bersama di Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Koran Bintan.com | NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajaran Bupati dan Wakil Bupati se-Jawa Tengah dalam rangka membahas potensi kolaborasi dan peluang investasi di IKN.

Audiensi yang berlangsung pada Kamis (6/8/2026) di Kantor Otorita IKN tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama antara Otorita IKN dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung pembangunan Nusantara.

Dalam pertemuan tersebut, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan IKN, termasuk skema pendanaan yang menjadi landasan percepatan pembangunan. Saat ini, pembangunan IKN didukung melalui tiga skema pembiayaan, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah.

Baca juga : Idul Adha Perdana di Masjid Negara IKN, Sapi Kurban Presiden Dan Wapres Dibagikan Untuk Masyarakat Dan Pekerja

Hingga saat ini, estimasi investasi swasta yang telah masuk ke IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor, sementara nilai proyek melalui skema KPBU mencapai Rp134,22 triliun.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa Otorita IKN terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, sinergi antardaerah menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekosistem pembangunan IKN sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal," ujar Basuki.

Basuki juga menjelaskan bahwa peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga dapat mencakup berbagai sektor strategis yang mendukung pengembangan kawasan IKN, mulai dari penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, hingga sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan di Jawa Tengah selama ini dilakukan melalui pendekatan kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, sehingga semangat tersebut juga diharapkan dapat diwujudkan dalam kerja sama dengan Otorita IKN.

Luthfi menilai, IKN punya potensi besar diajak kolaborasi untuk kemajuan bersama, mengingat wilayah tersebut akan menjadi ibukota negara. Dibeberkan, sejumlah potensi yang dikerjasamakan, di antaranya produk furnitur Kabupaten Jepara, yang bisa dijual ke IKN.

Baca juga : Kemenko Polkam Tinjau Infrastruktur Digital IKN Guna Perkuat Pemerintahan Modern

“Di Jepara itu adalah daerah yang sudah dikenal dengan produk furnitur. Saya coba melihat potensi, apakah ada peluang kerja sama furnitur di IKN dari Jawa Tengah,” katanya.

Selain potensi tersebut, Luthfi juga menjajaki peluang kolaborasi dari dinas terkait, BUMD seperti perbankan, bahkan perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah. Mengingat perencanaan pembangunan di IKN masih menyisakan ruang kolaborasi.

“Intinya Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga,” katanya.

Melalui audiensi ini, Otorita IKN dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap dapat memperkuat sinergi dalam mendorong investasi, memperluas peluang kerja sama antardaerah, serta menciptakan manfaat ekonomi yang saling mendukung bagi pembangunan Nusantara dan daerah.

Dalam kunjungan itu, Ahmad Luthfi didampingi jajaran OPD dan Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Tengah, serta Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.(han)

Chat with us on WhatsApp