OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Gelar 104 kegiatan
Koran Bintan.com | JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama sejumlah pemangku kepentingan mencanangkan Bulan Dana Pensiun 2026 sebagai gerakan nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan dana pensiun sejak dini.
Pencanangan digelar di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (6/9/2026) dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono serta sejumlah pimpinan lembaga dan asosiasi dana pensiun.
Kegiatan serupa juga digelar secara bersamaan di Bandung dan Semarang. Program tersebut diinisiasi OJK dengan dukungan BPJS Ketenagakerjaan, PT TASPEN (Persero), PT ASABRI (Persero), Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK), dan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI).
Baca juga: OJK-Kemenkes Perkuat Asuransi Kesehatan, Targetkan Biaya Berobat Lebih Murah
Dalam sambutannya, Friderica mengatakan, peningkatan literasi dan inklusi dana pensiun tidak cukup hanya diarahkan untuk memperbesar dana kelolaan. Hal yang tidak kalah penting adalah memperluas jumlah peserta, terutama di tengah perubahan pola pekerjaan masyarakat.
“PR-nya adalah enggak cuma membesarkan dana kelolaan dana pensiun, tapi meningkatkan kepesertaannya. Apalagi sekarang banyak masyarakat kita lebih memilih enggak jadi pegawai, banyak pekerja mandiri dan lain-lain. Ini jadi PR kita bersama,” kata Friderica.
Menurut dia, persiapan masa pensiun membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan sekaligus kesadaran masyarakat untuk mulai mempersiapkan kondisi finansial sejak masih produktif.
“Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat saat pensiun itu diperlukan sinergi dan kolaborasi antara semua pihak. Jadi ini harus kita kerjakan bersama, tapi yang utama adalah kemauan dari masyarakat semua,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan Bulan Dana Pensiun 2026, para penyelenggara program pensiun akan menggelar lebih dari 104 kegiatan literasi dan inklusi di berbagai daerah selama satu bulan.
Kegiatan tersebut mencakup edukasi, seminar, webinar, konsultasi perencanaan pensiun, kampanye digital, hingga program perluasan kepesertaan.
Sasarannya mencakup pekerja formal dan informal, ASN, anggota TNI dan Polri, pelaku UMKM, perempuan, generasi muda, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya.
Baca juga: OJK Gelar Digital Financial Literacy Di Politeknik Negeri Batam
Melalui program tersebut, OJK mendorong masyarakat tidak berhenti pada pemahaman mengenai dana pensiun, tetapi mulai mengambil langkah nyata dengan menghitung kebutuhan finansial di masa tua dan menyisihkan penghasilan sedini mungkin.
Masyarakat juga diimbau memilih program pensiun yang legal dan sesuai dengan kebutuhan.
OJK menilai industri dana pensiun tidak hanya berperan memberikan perlindungan finansial bagi masyarakat saat purnabakti. Industri ini juga memiliki peran strategis sebagai sumber pembiayaan jangka panjang untuk mendukung pendalaman pasar keuangan, pembiayaan sektor produktif dan prioritas pembangunan, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Melalui Bulan Dana Pensiun 2026, OJK bersama para pemangku kepentingan berkomitmen membangun ekosistem pensiun nasional yang inklusif, sehat, terpercaya, dan berkelanjutan.(nck)