Mulai Ahad Pagi, BGN Perintahkan SPPG Hidupkan Chiller, Freezer, Atau Showcase
Koran Bintan.com | JAKARTA — Ketua Tim Investigasi Badan Gizi Nasional (BGN) Dr Arie Karimah Muhamad memerintahkan kepada seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menghidupkan seluruh tempat penyimpanan bahan baku makanan, baik itu chiller, freezer, atau showcase mulai Ahad (12/7/2026) pagi.
"Semuanya sudah harus sudah dihidupkan kembali. Bukan dihidupkan ketika bahan makanan datang," tegas Dr. Arie Karumah melalui laman Facebook Kepala BGN Nanik S Deyang, Sabtu (11/6/2026) malam. Kemudian tambah Dr. Karumah setelah satu jam, wajib dilakukan pengukuran dan pencatatan suhunya di logbook.
Training bagaimana melakukan hal itu kata Karumah sudah diberikan kepada seluruh Kepala SPPG. Jika ditemukan suhu tidak memenuhi syarat maka segera panggil teknisi untuk memperbaikinya. "Setiap SPPG harus memiliki thermo gun khusus untuk makanan," kata Karumah.

Dr. Karumah mengumpamakan kelalaian yang menimpa dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) jangan sampai terulang kembali. "Keledai tidak pernah terjerumus di lubang yang sama dua kali," tegas Karumah.
Dia juga mengingatkan seluruh Kepala SPPG dan Pengawas Gizi, wajib hadir di SPPG selama proses persiapan hingga pemorsian MBG selesai dilakukan. "Attitude kalian (Kepala SPPG dan Pengawas Gizi) sebagai employee terhadap Employer (BGN) juga sudah diajarkan," kata Karumah.
Apabila ada yang tidak mematuhi perintah ini, Karumah mengingatkan Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) BGN untuk memberi perhatian penuh atas kedua hal tersebut, dan memberikan sangsi jika mereka (Kepala SPPG dan Pengawas Gizi) melakukan pelanggaran.
"Aturan, juknis atau SOP tidak ada gunanya jika dalam waktu bersamaan tidak diterapkan negative reinforcement," ujar Karumah.
Karumah juga meminta kepada Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I, Wilayah II dan Wilayah III untuk melakukan pelaksanaan (enforcement) terhadap kedua hal tersebut di atas. Karena kata dia, kita semua tidak menginginkan petaka keracunan makanan di MBG yang sambung-menyambung terjadi setelah libur akhir tahun dan libur puasa lalu terulang kembali.
Menurut Karumah, jika sampai terjadi keracunan makanan, seringan apapun, SPPG perlu segera melakukan emergency reporting di Tauwas Care, platform pelaporan, pemantauan, dan evaluasi yang digunakan oleh BGN, selambat-lambatnya 3 jam setelah laporan keracunan diterima dari PIC (person in charge) sekolah atau puskesmas.
"Nama SPPG, Ka SPPG dan pengawas gizi, berikut nomor hp. Kemudian foto menu MBG pada hari-H, berikut keterangannya. Misalnya, kalau ada susu harus disebutkan nama merek dan variannya. Foto harus jelas, tanpa ada tulisan apapun di foto tersebut," ujar Karumah.
Tauwas Care
Sementara itu, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Mayor Jenderal (Mayjen) Purnawirawan Dadang Hendrayudha mengatakan, platform Tauwas Care berguna untuk memantau kinerja para SPPG yang bertugas.
Selain itu, aplikasi ini berfungsi untuk mengawasi operasional Satuan Pelayanan Program Makan Bergizi (SPPG), termasuk administrasi, infrastruktur, sumber daya manusia, hingga mutu gizi makanan.
"Kita dapat memastikan kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan yang berlaku, serta mengevaluasi pencapaian dan tantangan yang dihadapi dalam pemenuhan gizi masyarakat," tandas Dadang.(han)