Kata Kadis DKUPP Bintan, Kabupaten Bintan Belum Ada Distributor D1 Minyakita

BINTAN 22 Jul 2026 23:06 3 min read 177 views By Samsul
Kata Kadis DKUPP Bintan, Kabupaten Bintan Belum Ada Distributor D1 Minyakita
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Bintan, Asy Syukri.

Koran Bintan.com | TOAPAYA — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Bintan, Asy Syukri mengatakan, sampai saat ini di Kabupaten Bintan belum ada Distributor Lini Satu atau D1 Minyak Goreng Rakyat (MGR) merek Minyakita.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 18 Tahun 2024 Tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan Dan Tata Kelola  Minyak Goreng Rakyat, Distributor satu atau D1 adalah pelaku usaha distribusi lapis pertama yang membeli barang secara langsung dari produsen.

Distributor Lini 1 yang selanjutnya disebut D1 adalah pelaku usaha distribusi yang memperoleh MGR dari Produsen Minyak Goreng atau perusahaan industri yang memproduksi Minyak Goreng serta melakukan distribusi MGR kepada Distributor Lini 2 dan/atau Pengecer.

Baca juga : Kata Presiden, KDMP Akan Menjadi penyalur Barang-Barang Bersubsidi

"Sampai hari ini di Kabupaten Bintan belum ada Distributor Lini Satu atau D1 Minyak Goreng Rakyat (MGR) merek Minyakita," ungkap Asy Syukri, Rabu (22/7/2026).

Akibat ketiadaan D1 ini kata Syukri, Kabupaten Bintan sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan Minyakita untuk masyarakat yang selama ini hanya bergantung kepada persediaan Perum Bulog Tanjungpinang. 

Syukri mengakui, sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berada di Kabupaten Bintan, menyampaikan keluhan kepadanya terkait tersendatnya pasokan MGR Minyakita dari Perum Bulog.

Akibat ketiadaan pasokan Minyakita ini, membuat rantai pasok ke pedagang eceran hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terganggu. "Selama ini kebutuhan minyak goreng merek Minyakita sangat bergantung pada pasokan Perum Bulog," tutur Syukri.

Menurutnya, selama ini KDMP Malang Rapat secara rutin mengambil kouta MGR Minyakita ke gudang Bulog sekitar 400 liter per-bulan atau 66 dus kemasan 2 liter. Minyak goreng tersebut, biasanya disalurkan ke pengecer dan Program Jumat Berkah. "Sejak Juli mendadak kosong," kata Syukri.

Begitu juga dengan KDMP Busung, terhambatnya pasokan Minyakita membuat pengurus terpaksa berinisiatif membeli minyak goreng dari distributor lain.  Walaupun tidak mendapatkan keuntungan yang wajar namun demi menjaga keberlangsungan usaha 18 pelaku UMKM di kawasan wisata Gurun Pasir, maka solusi itu terpaksa diambil.

Kesulitan juga dirasakan wilayah lain, seperti KDMP Pengudang, Kuala Sempang, dan KKMP Kijang Kota. Akibatnya mereka tidak dapat memenuhi permintaan para pengecer yang ada di wilayah masing-masing.

Baca juga : Berdiri Di Lokasi Strategis, KKMP Melawai Malah Minim Anggota

Syukri mengaku sudah pernah memfasilitasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Bintan Inti Sukses milik Pemkab Bintan agar ditunjuk sebagai D1 MGR Minyakita. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan dan tindak lanjutnya.

"Kami yakin, Dengan adanya D1 mandiri di Bintan, pengawasan peredaran akan jauh lebih mudah dan kebutuhan koperasi-koperasi kita bisa terpenuhi,” ujar Asy Syukri.

Sementara itu, Ketua KDMP Kuala Sempang, Shalahuddin Syah mengatakan, badan usahanya siap bertransformasi menjadi D1 MGR Minyakita. Apabila ini terjadi maka kata Lala, demikian dia disapa, KDMP Kuala Sempang akan menyuplai seluruh kebutuhan Koperasi Merah Putih serta para pedagang di Kabupaten Bintan secara mandiri.

"Kalau ditunjuk secara resmi sebagai D1 Minyakita, kita pasti siap," tandas Lala. 

Arief Bulog

 Kepala Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq 

Sedangkan Kepala Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq membenarkan adanya keluhan terkait minimnya pasokan MGR Minyakita ke sejumlah tempat di Kabupaten Bintan. "Ketersediaan stok minyak goreng di gudang kita dalam dua bulan terakhir ini, memang tidak maksimal," kata Arief.

Dia juga membenarkan, sejumlah KDKMP mendapatkan suplai MGR Minyakita dari perusahaanya. Namun, sejak dua bulan terakhir, pasokan stok minyak goreng dari produsen tidak maksimal sehingga Bulog menggunakan skala prioritas.

"Kami berharap ke depan stok kembali normal dan bertambah. Sehingga kebutuhan Koperasi Merah Putih dapat kami suplai sesuai dengan kebutuhannya,” tandas Arief.(sam)

Chat with us on WhatsApp