Berdiri Di Lokasi Strategis, KKMP Melawai Malah Minim Anggota

IPOLEKSOSBUD 08 Jul 2026 14:34 3 min read 193 views By Fadhsa
Berdiri Di Lokasi Strategis, KKMP Melawai Malah Minim Anggota
Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Melawai terletak di Blok M, sebuah pusat bisnis dan hiburan elit di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Koran Bintan.com | JAKARTA — Kawasan Melawai di Blok M adalah pusat bisnis dan hiburan elit di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Terkenal sebagai distrik kuliner yang sangat populer, lokasinya amat strategis dan terintegrasi dengan moda transportasi umum, dikelilingi pusat perbelanjaan seperti Blok M Plaza, dan mudah diakses dari berbagai wilayah.

Terletak hanya sekitar 350 meter dari Stasiun MRT Blok M dan terhubung langsung dengan pusat Terminal Blok M. Melawai juga berdampingan dengan pusat perbelanjaan ternama seperti Blok M Mall dan Blok M Square, serta pusat gaya hidup modern M Bloc dan pasar tradisional Pasar Melawai.

Disalah satu kios-kiosnya juga telah berdiri sebuah Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Koperasi itu menjual berbagai kebutuhan pokok untuk masyarakat, seperti beras, minyak goreng, daging ayam beku, daging sapi beku, seafood, minuman kemasan, tabung gas, hingga camilan favorit.

Sayangnya, tujuan pendirian KKMP Melawai untuk membantu masyarakat kelurahan Melawai tidak mendapatkan respon positif dari warganya. "Karena kita berada di tempat komersil, pembelinya lebih banyak masyarakat umum, bukan warga Kelurahan Melawai," ungkap Ketua KKMP Melawai Paiman, Rabu (8/7/2026).

Menurut Paiman tujuan pendirian KKMP adalah untuk mensejahterakan masyarakat sekitarnya. Namun masyarakat Melawai sendiri sepertinya kurang memberikan respon positif terhadap keberadaan KKMP Melawai. Hal itu duga dia karena, masyarakat Kelurahan Melawai kebanyakan merupakan tipe masyarakat ekonomi menengah keatas.

Selain itu, Paiman juga mengakui kalau KKMP Melawai juga kesulitan dalam melakukan perekrutan anggota yang mau bergabung dengan koperasi yang sudah berdiri sejak Juli 2025 lalu. "Anggota hanya pengurus sama pengawas saja," kata Paiman.

Disinggung Sisa Hasil Usaha (SHU) atau keuntungan (laba bersih) yang diperoleh periode Juli - Desember 2025 atau selama 6 bulan berdiri, Paiman menyebutkan angka Rp 78 ribu. "Dari Laporan Keuangan tahun 2025 yang sudah dilaporkan ke Suku Dinas Koperasi Tingkat Walikota, keuntungan kita Rp 78 ribu," ujar Paiman.

Sedangkan Kepala Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, sekitar 117 lebih Koperasi Merah Putih sudah hadir di Jakarta, salah satunya yang berada di bilangan Blok M Hub MRT Jakarta Selatan.

Dia optimis bahwa program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto itu akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. "Seperti yang ada di Kelurahan Melawai (KKM). Perputaran omsetnya bisa mencapai Rp 11 juta lebih perbulannya. Kami akan terus evaluasi dan berinovasi untuk terus meningkatkan produktivitas Koperasi Merah Putih yang ada di Jakarta," tandas Ratu.

Untung Rp 21 Juta

Sementara itu di wilayah Provinsi Kepulauan Riau, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan mencatatkan laba bersih sekitar Rp 21 juta setelah 9 bulan beroperasi.

"Pada tutup buku akhir Desember 2025, tercatat laba bersih sekitar Rp 21 juta," ungkap Ketua KDMP Kuala Sempang, Shalahuddin.

Meskipun pendapatan laba bersih belum begitu besar, namun apa yang terpenting baginya adalah tujuan dari pendirian KDMP itu sendiri. Kehadiran KDMP adalah untuk menjawab pemenuhan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) masyarakat Desa Kuala Sempang dengan harga yang terjangkau.

"Kami menawarkan harga-harga yang jauh lebih murah dari untuk masyarakat. Apalagi produk dagangan di KDMP kita berasal dari tangan pertama seperti Bulog untuk minyak goreng dan beras. Sehingga harga dapat ditekan," tandas Lala, demikian dia biasa disapa.(han)

Chat with us on WhatsApp