ETF Emas Resmi Meluncur di Bursa Efek Indonesia

IPOLEKSOSBUD 10 Aug 2026 20:51 3 min read 134 views By Nick Wardi
ETF Emas Resmi Meluncur di Bursa Efek Indonesia
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto (tengah) saat peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai produk baru investasi yang diperdagangkan di bursa saham saat acara Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (10/8/2028).

Koran Bintan.com | JAKARTADalam kesempatan perayaan HUT ke-49 Pasar Modal pada Senin (10/8/2026) turut dilaunching Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai produk baru investasi yang diperdagangkan di Bursa efek Indonesia (BEI).

ETF Emas menjadi salah satu quick win atau langkah awal yang bisa dicapai dengan cepat dan mudah untuk memberikan hasil nyata dalam waktu singkat, dari delapan rencana aksi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu pendalaman pasar secara terintegrasi. 

“ETF Emas menawarkan investasi yang praktis, likuid, sesuai prinsip syariah, berfungsi sebagai safe haven, sekaligus memperluas Pasar Bullion melalui kolaborasi antarlembaga dan pelaku industri,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat peluncuran.

Baca juga : Peringati 49 Tahun Pasar Modal Indonesia, Pemerintah Dorong Pendalaman dan Diversifikasi Pembiayaan Ekonomi

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap, produk ETF Emas bisa memperkuat perekonomian nasional sebagai bagian dari pendalaman pasar. 

“Saya berharap produk ini tidak hanya menambah pilihan investasi tetapi juga meningkatkan likuiditas,” kata Airlangga.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mendukung peluncuran ETF Emas yang diharapkan bisa memperluas basis investor, menambah keragaman instrumen, meningkatkan likuiditas serta memperkuat tata kelola.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam konferensi pers HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia juga menyampaikan bahwa kehadiran ETF Emas diharapkan dapat memperkuat stabilitas Pasar Modal Indonesia melalui diversifikasi instrumen dan pilihan investasi bagi investor.

Kinerja Pasar Modal Indonesia

Menurut Hasan Fawzi, hingga 7 Agustus 2026 realisasi penghimpunan dana melalui pasar modal tercatat sebesar Rp123,21 triliun melalui 135 aksi korporasi dengan jumlah Emiten di Pasar Modal Indonesia telah melampaui 962 perusahaan.

Jumlah investor terus meningkat signifikan, mencapai 30,27 juta atau bertambah sekitar 9,8 juta investor, dengan mayoritas 78 persen berusia di bawah 40 tahun. Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana per 7 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp667 triliun dan nilai Asset Under Management (AUM) berada di posisi Rp1.026 triliun. 

Dari sisi perdagangan karbon, volume transaksi akumulatif sejak 26 September 2023 hingga 7 Agustus 2026 mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai Rp93,89 miliar, diikuti partisipasi 158 perusahaan dan ketersediaan unit karbon 3,14 juta ton CO2 ekuivalen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia terus tumbuh, baik dari sisi kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha maupun dari sisi perluasan basis investor. Di sisi lain, peningkatan dana kelolaan mencerminkan semakin berkembangnya pilihan dan kebutuhan investasi masyarakat,” ujar Hasan Fawzi.

Baca juga : OJK : Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp 1.000 Triliun

Dalam MSCI Market Classification Review pada Juni 2026, Indonesia kembali dipertahankan dalam klasifikasi Emerging Market. Keputusan tersebut menjadi pengakuan terhadap berbagai upaya perbaikan yang telah dilakukan OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan seluruh pemangku kepentingan di Pasar Modal.

OJK bersama SRO dan seluruh pemangku kepentingan terus mempercepat implementasi sejumlah inisiatif strategis, antara lain, peningkatan persyaratan minimum free float menjadi 15 persen, penyusunan kerangka pengaturan mengenai High Shareholder Concentration (HSC), dan peningkatan transparansi kepemilikan saham. 

Sesuai Roadmap PMDK 2022-2027, OJK terus mendorong pencapaian sejumlah target dan inisiatif strategis yang menjadi fondasi bagi pengembangan pasar modal ke depan.

Dalam fase akhir roadmap tersebut, terdapat empat target dan inisiatif strategis yang perlu terus didorong, yaitu pendalaman pasar melalui optimalisasi sisi supply, demand, dan enhancement infrastruktur, peningkatan integritas pasar melalui efektivitas pengenaan sanksi dan peningkatan kualitas Emiten dan Perusahaan Publik.

Kemudian, penguatan kelembagaan PUJK melalui pengembangan demutualisasi bursa, peningkatan kualitas penyelenggara Securities Crowdfunding (SCF), dan penguatan cybersecurity; dan pengembangan keuangan Keberlanjutan melalui penambahan pengguna jasa baru di Bursa Karbon serta dorongan inovasi produk investasi berbasis pelestarian lingkungan atau Sustainable Fund.(nck)

Chat with us on WhatsApp