DPR RI Usulkan Bintan Bagian Dari Pengembangan Konsep Ekonomi Utara
Koran Bintan.com | BINTAN BUYU — Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Tifatul Sembiring, mengusulkan pengembangan konsep ‘ekonomi utara’ dalam strategi promosi pariwisata nasional dengan menjadikan Kepulauan Riau, khususnya Batam, Karimun, dan Bintan sebagai pintu masuk utama wisatawan dari kawasan Asia.
Politisi Fraksi PKS itu menilai potensi pendapatan atau devisa negara dari sektor pariwisata Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara tetangga. Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang mencatat devisa pariwisata Indonesia baru sekitar Rp 64 triliun, jauh di bawah Malaysia yang mencapai Rp406 triliun, bahkan Thailand yang sempat menembus Rp1.200 triliun. Sebagai perbandingan, ia menyebut Jepang mampu meraup devisa pariwisata hingga Rp900 triliun per tahun.
Baca juga : Babel Angkat Lagi Isu Sengketa Pulau Tujuh, Minta Bagi Dua dengan Kepri
“Selama ini promosi pariwisata kita lebih banyak berfokus ke ekonomi selatan, dengan Bali sebagai andalan utama, kemudian melimpah ke Nusa Tenggara Barat atau sedikit ke Nusa Tenggara Timur,” ujar Tifatul saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI ke Kabupaten Bintan, Rabu (22/7/2026).
Mantan Presiden PKS ini mengatakan, target pasar wisatawan dari arah selatan seperti Australia dan Selandia Baru jika dijumlahkan hanya sekitar 32,5 juta jiwa. Sementara itu, kawasan utara, mencakup Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, negara-negara ASEAN, hingga Rusia, memiliki populasi lebih dari 3,5 miliar jiwa yang berpotensi besar dijaring sebagai wisatawan.
“Potensi wisata terbesar itu justru terletak di utara. Tinggal bagaimana kita mempromosikannya,” tegas mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini.
Tifatul menyebut sejumlah faktor kunci yang perlu dibenahi agar Kepulauan Riau dapat menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan Asia, yakni konektivitas transportasi, keramahan pelayanan (hospitality), kuliner khas seperti masakan Melayu dan hidangan laut, keamanan kawasan, serta promosi digital yang lebih masif.
Penerima penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menambahkan, kedekatan geografis Batam, Karimun, dan Bintan dengan Singapura dan Malaysia menjadi keunggulan tersendiri karena wisatawan hanya membutuhkan waktu tempuh singkat melalui jalur laut.
Suami Sri Rahayu ini mengingatkan agar promosi pariwisata nasional tidak terus bertumpu pada Bali yang dinilainya sudah mengalami titik jenuh (saturation). “Kenapa harus Bali terus? Bali sudah jenuh. Coba kita kembangkan Kepri, ada Batam, ada Karimun, ada Bintan, untuk menjaring pasar ekonomi utara,” kata pria dengan gelar insinyur komputer ini.
Baca juga : Komisi VII DPR RI Reses Ke Provinsi Kepulauan Riau, Ada Penyanyi Jamal Mirdad Dalam Rombongan
Menurut Tifatul, tumbuhnya kunjungan wisatawan akan berdampak berganda pada perekonomian daerah, mulai dari berkembangnya UMKM, ekonomi kreatif, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ayah dari Sabriana, Fathan, Ibrahim, Yusuf, Fatimah, Muhammad, dan Abdurrahman ini menilai, daerah dituntut untuk lebih kreatif menggali sumber pendapatan mandiri seiring terjadinya tren penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Pria yang suka berpantun ini mencontohkan keberhasilan Malaysia dalam mengemas Kuala Lumpur sebagai destinasi yang nyaman dan terkoneksi dengan baik, termasuk melalui moda transportasi wisata seperti bus hop-on hop-off atau bus wisata bertingkat dengan atap terbuka.
"Bintan dan wilayah Kepri lainnya dapat mengembangkan berbagai festival budaya khas daerah, seperti festival layang-layang, festival gasing, hingga lomba pacu perahu di sungai-sungai setempat, sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan," tandas Tifatul.(han)