Seram! Ada Buaya 2 Meter Berkeliaran di Selokan Perumahan Telaga Surya

BINTAN 17 Aug 2026 23:58 3 min read 146 views By Samsul
Seram! Ada Buaya 2 Meter Berkeliaran di Selokan Perumahan Telaga Surya
Sejumlah warga mengamankan buaya sepanjang hampir 2 meter yang ditangkap di selokan atau parit Perumahan Telaga Surya, Tanjunguban pada Senin (17/8/2026) malam.

Koran Bintan.com | TANJUNGUBAN — Seekor buaya dengan panjang sekitar hampir 2 meter kembali muncul di selokan Perumahan Telaga Surya, Kelurahan Tanjunguban Utara, Bintan Utara, Senin (17/8/2026) malam.

Sebelumnya buaya juga pernah muncul di perumahan tersebut pada Jumat (10/4/2026) pagi sekitar pukul 7.30 WIB. Buaya terlihat berendam di selokan yang memisahkan wilayah RT 5 dan RT 6/RW 2 Kelurahan Tanjunguban Utara namun kemudian menghilang saat akan ditangkap warga.

Sementara buaya yang muncul pada malam Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke-81 ini berhasil ditangkap warga perumahan. "Awalnya kita menelepon Damkar Tanjunguban. Namun karena mereka lagi sibuk menangani kebakaran di Alfamart Permaisuri, warga berinisiatif untuk menangani sendiri," ungkap Alex, warga perumahan yang berada di lokasi.

Baca juga : Gerai Alfamart Tanjunguban Kota Kebakaran, Tidak Ada Korban Jiwa

Ketua RT 01 / RW 01 Kampung Bugis, Kelurahan Tanjunguban Utara, M. Yusuf dibantu beberapa warga langsung turun kedalam selokan dan langsung memegangi kepala buaya. Sementara yang lainnya memegang ekor dan kaki buaya.

Proses pêngamanan satwa liar ini berjalan lancar. Buaya yang ditangkap dibawa naik ke atas tanah dan langsung diikat menggunakan tali pada kedua bagian kakinya dan mulutnya dilakban menggunakan isolasi. 

Pada malam itu kebetulan sedang diadakan rapat persiapan dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tingkat Kelurahan Tanjunguban Utara di perumahan tersebut yang dihadiri pelaksana tugas (plt) Lurah Tanjunguban Utara, Ruly Raihan bersama para Ketua RW dan RT. “Rapat langsung bubar begitu ada yang mengabari penampakan buaya di parit perumahan," ungkap Alex.

Kemudian, Lurah Ruly berkoordinasi dengan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan, yang kemudian mengarahkan agar satwa liar tersebut diserahkan ke kantor UPT Damkar Tanjunguban.

M. Yusuf mengaku saat akan mengikat kaki buaya mengalami beberapa kali perlawanan dari sang reptil. Bahkan hampir terlepas dari pegangannya saat buaya tersebut meronta-ronta. "Saya langsung pegang kepalanya, sementara teman-teman yang lain pegang kaki," ujar Yusuf.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi membenarkan menerima laporan kemunculan satwa liar jenis buaya di sekitar Perumahan Telaga Surya. Namun pada saat bersamaan, seluruh personil Damkar sedang menangani peristiwa kebakaran yang terjadi di gerai Alfamart Jalan Permaisuri, Tanjunguban.

Panyodi membenarkan buaya berhasil diamankan warga sebelum petugas Damkar tiba di lokasi. “Buayanya berhasil diamankan warga dalam keadaan hidup,” ujarnya.

Menurut Panyodi, dari bentuk tubuh buaya yang berhasil ditangkap, dia menduga kalau reptil tersebut merupakan buaya yang pernah muncul di sekitar perumahan itu beberapa bulan lalu. 

“Kalau dilihat-lihat, sepertinya sama dengan buaya yang pernah menghilang di perumahan itu beberapa bulan lalu. Moncongnya sama persis,” kata Panyodi.

Seraya mengakhiri, Panyodi mengatakan, buaya yang ditangkap tersebut rencananya akan diserahkan kepada komunitas atau pecinta reptil yang berada di Kota Tanjungpinang. 

Baca juga : Dianggap Berikan Manfaat, Wako Tanjungpinang Izinkan Indomaret Beroperasi

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan Ronny Kartika mengaku cukup serius menanggapi kemunculan satwa liar buaya di beberapa kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bintan.

"Dari data kita, seperti di kecamatan Tambelan ada 19 wilayah ada penampakan hewan reptil buaya. Begitu juga di Kecamatan Teluk Bintan dan kecamatan lainnya," ungkap Ronny.

Terkait hal ini, Ronny berharap BPBD Kabupaten Bintan dapat memfasilitasi dan segera merumuskan langkah-langkah kongkrit dengan melibatkan BKSDA, KKP, DLH Bintan, kepolisian, camat dan perangkat desa serta unsur pendukung lainnya, dengan membentuk Satgas Penanganan Hewan Reptil Buaya yang telah meresahkan masyarakat.

Selain itu, menurut Sekda tindakan edukasi kepada masyarakat juga sangat penting bersama seluruh stakeholders. Sehingga pemahaman masyarakat terkait keberadaan dan penanganan satwa liar dapat diantisipasi dan selalu waspada. 

"Kita berharap langkah-langkah kongkrit segera diambil. Dan dapat dilakukan secara efektif agar masyarakat dapat merasa lebih aman," tandas Ronny.(sam)

Chat with us on WhatsApp