Selain Reklamasi 3 Pulau, Singapura Akan Bangun Terowongan Bawah Laut

INTERNASIONAL 24 Aug 2026 15:08 3 min read 110 views By ev
Selain Reklamasi 3 Pulau, Singapura Akan Bangun Terowongan Bawah Laut
Ilustrasi terowongan bawah laut hasil kreasi AI. Singapura memiliki pengalaman dalam membangun terowongan jalan bawah tanah, namun belum pernah membangun terowongan bawah laut. (Foto : URA)

Koran Bintan.com | SINGAPURA — Pemerintah Singapura sedang mengkaji kelayakan pembangunan terowongan bawah laut untuk menciptakan akses darat yang menghubungkan daratan utama negara itu dengan Pulau Tekong yang berada di sebelah timur.

Hal itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Singapura yang juga Menteri Keuangan Lawrence Wong saat menyampaikan Pidato Hari Kebangsaan yang dilaksanakan di kantor pusat Institute of Technical Education (ITE) Ang Mo Kio, pada Minggu (23/8/2026).

Pulau Tekong kata PM Wong adalah pulau terluar Singapura yang terbesar. Dulunya, pulau ini terdiri dari dua pulau, yaitu Pulau Tekong Kecil dan Pulau Tekong Besar.

"Kami telah melakukan reklamasi lahan di sekitar Tekong Besar, dan pembangunan polder di sekeliling Tekong Kecil pun telah rampung.  Dengan demikian, kedua pulau tersebut kini telah terhubung," kata PM Wong.

Baca juga : Singapura Mau Gabungkan Tiga Pulau Jadi Satu, Jadikan Basis Militer Udara

Kedepan, masih ada lagi pengembangan yang akan dilakukan yaitu rencana reklamasi lanjutan untuk wilayah selatan Tekong.

Dikatakan PM Wong, Meskipun membangun jembatan tampak sebagai sebuah solusi yang kelihatan namun infrastruktur tersebut akan menganggu jalur pelayaran laut yang selalu ramai dan sibuk

"Jadi, jika kita tidak bisa melintasi laut dari bagian atasnya maka kita akan mencoba melintasinya dari bawah," tegas PM Wong.

Wong menyadari, selama ini Singapura memiliki pengalaman dalam membangun terowongan jalan bawah tanah. Namun belum pernah membangun terowongan bawah laut dalam skala besar.

Keberhasilan proyek ini tambah Wong akan membuat pulau-pulau terluar Singapura terasa jauh lebih dekat dengan seluruh wilayah Singapura. Serta mempermudah perjalanan menuju Pulau Tekong bagi para rekrutan tentara wajib militer.

Hari ini, Pulau Tekong yang berbatasan dengan laut Johor, Malaysia ini digunakan hanya sebagai basis pelatihan Tentara Singapura melalui program wajib militer atau National Service (NS). Di pulau ini juga terdapat Pusat Pelatihan Militer Dasar (BMTC), Markas Infanteri dan Sekolah Spesialis Infantri (SISPEC), dengan jumlah personil sebanyak 5 ribu orang pria.

Baca juga : Khawatir Dampak Kabut Asap, Masjid Singapura Dihimbau Perpendek Khotbah Jum'at 

Dalam pidatonya, PM Wong menyampaikan beberapa rencana proyek lain, termasuk penggabungan Pulau Semakau, Pulau Bukom, dan Pulau Sudong serta pulau-pulau lainnya untuk membentuk sebuah pulau di wilayah barat.

Wong juga menyoroti rencana pengembangan Pulau Sentosa serta transformasi di Pulau Brani yang terletak di dekatnya, yang akan mencakup berbagai atraksi dan pengalaman baru, serta resor Downtown South garapan National Trades Union Congress. Lahan akan direklamasi untuk menghubungkan Pulau Brani dan Pulau Sentosa dengan lebih baik.

Sementara itu, Long Island, yang berada di lepas pantai East Coast Park akan ikut di reklamasi mulai akhir tahun 2026. "Ini akan menjadi kawasan tepi laut (waterfront city) baru lainnya bagi generasi mendatang," tandas PM Wong.(eva)

Chat with us on WhatsApp