Khawatir Dampak Kabut Asap, Masjid Singapura Dihimbau Perpendek Khotbah Jum'at

INTERNASIONAL 21 Aug 2026 10:37 2 min read 312 views By Eva
Khawatir Dampak Kabut Asap, Masjid Singapura Dihimbau Perpendek Khotbah Jum'at
Mufti Singapura, Dr. Nazirudin Mohd Nasir. (Foto : FB MUIS)

Koran Bintan.com | SINGAPURA — Pejabat Mufti, Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS), mengarahkan masjid-masjid di seluruh negara itu untuk memendekkan Khotbah Jum'at mulai hari ini, 21 Agustus 2026, dampak dari cuaca yang semakin panas serta fenomena kabut asap di beberapa kawasan.

MUIS melalui halaman Facebooknya mengatakan, Singapura kini mengalami cuaca yang semakin panas, sementara itu kabut asap juga mulai dirasakan disejumlah kawasan.

"Mulai Jum'at (21/8/2026) ini, Khotbah Jum'at akan dipendekkan untuk membantu memastikan kenyamanan jemaah dalam keadaan cuaca yang mencabar ini," kata MUIS.

Baca juga : Mulai 27 Juli, Pelabuhan HarbourFront Singapore Dipindahkan

Biasanya, Khotbah pertama disampaikan sekitar enam hingga tujuh lembar atau halaman tetapi dengan adanya perubahan sementara ini, maka khotbah akan dipendekkan menjadi kurang dari empat halaman kertas saja.

Menurut MUIS, perubahan itu berlaku secara efektif hingga batas waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut. Langkah ini merupakan kebijakan yang bersifat sementara saja dan akan dilakukan penyesuaian berdasarkan kepada situas dan kondisi yang berkembang.

Menurut Muis, Rasulullah SAW selalu memperhatikan kondisi fisik para jemaah dalam beribadah. Ada tiga pertimbangan yang menjadi dasar MUIS mengambil kebijakan itu. Pertama, Kesulitan individu. 'Ketika salah seorang dari kalian memimpin orang-orang dalam shalat, hendaknya ia meringankan, karena di antara mereka ada yang muda, tua, lemah, dan sakit. (HR Bukhari - Muslim)'.

Baca juga : Arab Saudi Umumkan Penyelenggara Haji Terbaik 2026: Malaysia Juara I, Indonesia Nihil Gelar

Kedua, Kebutuhan jemaah. 'Rasulullah SAW mendengar tangisan seorang anak bersama ibunya saat shalat, dan beliau membaca dengan surat yang ringan atau surat yang pendek karena tidak ingin membuat ibunya mendapatkan masalah. (HR Bukhari)'.

Ketiga, kondisi cuaca yang sulit dapat menjadi pertimbangan yang sah. 'Jika cuaca sangat panas maka tunggulah sampai (agak) dingin. (HR Bukhari - Muslim)'.

"Semoga langkah ini dapat membantu memudahkan jemaah untuk berkumpul, beribadah dan merasa nyaman dalam keadaan cuaca yang cukup menanantang saat ini," kata MUIS.(eva)

Chat with us on WhatsApp