Mulai 27 Juli, Pelabuhan HarbourFront Singapore Dipindahkan
Koran Bintan.com | SINGAPURA — Setelah beroperasi selama lebih dari 34 tahun, akhirnya pelabuhan feri internasional HarbourFront di Singapura ditutup secara permanen mulai 27 Juli mendatang. Lokasi saat ini akan dibangun gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan setinggi 33 lantai.
Pelabuhan laut HarbourFront selama ini dikenal sebagai salah satu pintu gerbang utama bagi masyarakat Indonesia yang mau ke Singapura melalui Batam, Tanjungbalai Karimun dan Bintan. Pelabuhan ini melayani perjalanan kapal feri dan kapal pesiar, serta terintegrasi langsung dengan stasiun MRT HarbourFront.
Pemberitahuan tutupnya pelabuhan HarbourFront disampaikan pengelola melalui halaman media sosial milik mereka pada Jum'at (19/6/2026). HarbourFront Centre akan berhenti beroperasi pada 27 Juli, tulis pengelola.

Walaupun dinyatakan ditutup secara permanen namun pelayanan kepelabuhanan, hanya dipindahkan tidak jauh dari lokasi lama atau tepatnya ke 5 HarbourFront Avenue yang berjarak sekitar 70 meter dari terminal saat ini.
Sementara itu armada kapal Batam Fast Ferry akan menjadi operator pertama yang memulai layanan dari terminal baru pada tanggal 7 Juli. Sementara operator feri lainnya seperti Horizon Fast Ferry, Majestic Fast Ferry, Sindo Ferry, and Indo Falcon Shipping & Travel dan layanan kapal pesiar lainnya akan menyusul mulai tanggal 15 Juli.
Terkait dengan jadwal dan waktu keberangkatan, pengelola mengatakan tidak akan ada perubahan, baik dalam hal rute feri, tujuan layanan, maupun jadwal keberangkatan dan kedatangan akibat perpindahan tersebut.
Mall 33 Lantai
Penutupan HarbourFront Centre pertama kali diumumkan pada Oktober 2025 oleh pemiliknya, perusahaan real estat Mapletree Investments. Meskipun saat itu belum mencantumkan tanggal pasti, namun rencana pelaksanaannya akan dilaksanakan pada semester kedua 2026.
Bekas terminal lama akan akan dikembangkan kembali menjadi bangunan serbaguna setinggi 33 lantai. Bangunan itu nantinya akan dilengkapi dengan taman layang atau sky garden berupa ruang terbuka hijau dan diperkirakan akan rampung pada semester pertama 2031.
Proyek seluas 123.000 meter persegi ini akan menghadirkan taman layang seluas 13.000 meter persegi yang terletak di sebelah kawasan pejalan kaki yang berada di tepi laut (waterfront promenade) yang baru dibangun.
Pengembangan ini juga akan menyediakan fasilitas parkir sepeda dan fasilitas pendukung bagi pengguna sepeda. Hal ini untuk mendorong mobilitas yang berkelanjutan dan ramah lingkungan melalui jaringan jalur sepeda pesisir di kawasan Greater Southern Waterfront.(eva)