PM Wong: Singapura Masih Membutuhkan Tenaga Kerja Asing
Koran Bintan.com | SINGAPURA — Singapura akan terus menerima tenaga kerja asing (TKA). Namun dengan cara yang cermat dan terkendali, sembari memperbarui populasi warganya dengan laju yang terukur dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Singapura yang juga Menteri Keuangan Lawrence Wong saat menyampaikan Pidato Hari Kebangsaan yang dilaksanakan di kantor pusat Institute of Technical Education (ITE) Ang Mo Kio, pada Minggu (23/8/2026).
"Kami akan senantiasa memastikan bahwa warga Singapura tetap menjadi mayoritas di negara kita sendiri," tegas PM Wong. Dia mengakui, populasi warganya secara keseluruhan, termasuk angkatan kerjanya, akan tumbuh lebih lambat di masa mendatang.
Dunia usaha, khususnya di sektor jasa, sering meminta pemerintah untuk melonggarkan kebijakan terkait penggunaan TKA terutama untuk jenis-jenis pekerjaan yang kurang diminati oleh warga Singapura.
Baca juga: Singapura Mau Gabungkan Tiga Pulau Jadi Satu, Jadikan Basis Militer Udara
Namun, mengingat pemegang izin kerja sudah mencakup proporsi terbesar dari seluruh pemegang izin tinggal dan kerja bagi warga negara asing, pelonggaran kebijakan yang tergolong kecil sekalipun dapat menyebabkan lonjakan jumlah pekerja asing secara signifikan di negeri itu. "Itu bukanlah langkah yang ingin kami tempuh," kata PM Wong.
Menurutnya, teknologi dan produktivitas harus menjadi pendorong utama pertumbuhan Singapura. "Pada saat yang sama, sambil kita tetap terbuka, warga Singapura harus merasa yakin bahwa Singapura yang kita kenal dan cintai akan terus bertahan," lanjutnya.
PM Wong menegaskan, Singapura akan tetap menjadi negara yang majemuk secara ras dan agama, dengan keseimbangan etnis saat ini yang secara umum tetap terjaga. "Negara ini juga akan terus mengupayakan integrasi, pendatang baru harus berupaya untuk membaur, sementara warga Singapura harus merangkul mereka," tandas Wong.
Sedangkan menurut Maid Agency Singapore, terdapat sekitar 235.000 pekerja rumah tangga perempuan di Singapura. Mereka sebagian besar berasal dari Indonesia dan Filipina, sedangkan sisanya berasal dari Sri Lanka, Myanmar, India, Thailand, dan Bangladesh.
Menurut data statistik, penduduk Singapura tumbuh sebesar 1,2 persen year-on-year pada Juni 2025, mencapai rekor tertinggi baru sebesar 6,11 juta.
Baca juga: Selain Reklamasi 3 Pulau, Singapura Akan Bangun Terowongan Bawah Laut
Kenaikan populasi terbaru didorong terutama oleh pertumbuhan jumlah pekerja asing, yang naik 2,7 persen dari tahun sebelumnya menjadi 1,91 juta pada bulan Juni.
Menurut Divisi Populasi dan Bakat Nasional, pada Kantor Perdana Menteri Singapura, kenaikan ini sebagian besar berasal dari pekerja di sektor konstruksi, galangan kapal laut, dan pengolahan, serta peningkatan pekerja rumah tangga.
Singapura telah mengalami pertumbuhan populasi yang stabil sejak berakhirnya pandemi, periode di mana kontrol perbatasan ketat menyebabkan kasus penurunan populasi yang jarang terjadi di pusat keuangan Asia tersebut. Sementara itu, populasi warga negara naik 0,7 persen dari tahun sebelumnya menjadi 3,66 juta, sementara jumlah penduduk tetap berada pada 0,54 juta.(eva)