Debit Air SPAM SKL Terancam Habis, Pelayanan Bakal Dihentikan Total
Koran Bintan.com | LOBAM — Menyusutnya debit air baku di waduk Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Seri Kuala Lobam (SKL), Bintan akibat musim kemarau berdampak langsung pada terganggunya layanan distribusi air bersih kepada masyarakat Desa Teluk Sasah, Kelurahan Teluk Lobam dan Kelurahan Tanjung Permai.
Penurunan ini memaksa pengelola untuk mematikan pompa utama demi menghindari kerusakan mesin dan menghentikan pelayanan air bersih kepada sekitar 2.300 pelanggannya. Namun untuk pelayanan air bersih ke Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban tetap dilakukan.
"Mulai Kamis (16/7/2026), pelayanan air bersih ke rumah-rumah warga distop, kecuali RSJKO masih kita alirkan," ungkap Ketua SPAM IKK SKL, Pardomuan Lumban Raja kepada wartawan.
Kebijakan penghentian pelayanan kata Pardo, berlaku efektif mulai Kamis hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan. Selama ini katanya, pelayanan air bersih berjalan baik dan lancar. Namun sejak Kamis, mesin pompa sudah tidak bisa dihidupkan lagi karena debit air yang semakin berkurang.
Disinggung, kondisi cuaca di SKL yang dalam beberapa minggu ini sering turun hujan, Pardo mengatakan kalau hal itu tidak memberikan dampak berarti untuk menambah cadangan air secara signifikan.
"Selama ini kami hanya berharap dari air tadah hujan, yang mengandalkan curah hujan sebagai sumber air utama saja. Sementara mata air yang tersedia di waduk sudah tertutup lumpur dan tidak mengalirkan air kedalam waduk.
Terkait kondisi ini, Pardo mengusulkan kepada pemerintah daerah, untuk memanfaatkan waduk di wilayah lain, seluas 3 hektare yang masih dalam wilayah Kecamatan Seri Kuala Lobam milik PT. Harap Panjang untuk menampung kebutuhan air bersih.
"Kami berharap kiranya pemerintah bisa mempercepat pembangunan waduk yang sudah mendapatkan persetujuan dari pemilik lahan (PT. Harap Panjang), untuk pinjam pakai waduk yang berada di Kampung Lepan," ujar Pardo.
Sementara itu, belum lama ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan Ronny Kartika mengatakan, dari hasil survei, terdapat dua titik potensi sumber air baku untuk mengatasi kekeringan SPAM IKK Seri Kuala Lobam, lokasi tersebut berada di Kampung Lepan, Desa Kuala Simpang.
Menurut Sekda, tim sudah melakukan survei terhadap dua titik sumber air baku milik masyarakat setempat itu. Bahkan pegawai Puskesmas juga telah melakukan uji sampel terhadap kadar air di waduk tersebut.
“Dari hasil pengecekan kadar pH, dari dua sumber air baku itu memiliki pH 5,3 dan 5,8. Menurut standar Kemenkes RI dan WHO, kadar pH air minum yang ideal dan aman untuk kesehatan adalah antara 6,5 hingga 8,5. Kedua sumber ini tidak layak untuk diminum, namun bisa digunakan untuk kebutuhan lain seperti mandi dan mencuci,” kata Ronny.
Meskipun dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya namun pemerintah daerah tetap memiliki rasa khawatir apabila air tersebut didistribusikan akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.
Kemudian, dalam sebuah rapat, terungkap kalau sumber air baku di Kampung Limau, Gongseng, Kuala Sempang sudah dilakukan uji sampel dan ternyata kadar pH di kolam tersebut adalah 7. "Artinya kalau berdasarkan standar Kemenkes RI dan WHO, ini kader air yang paling layak minum," kata Ronny.
Terkait usulan itu, Sekda mengaku akan memanfaatkan sumber air baku tersebut dan berharap dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas. “Kita akan kalkulasikan. Jika memungkinkan, air itu dapat dimanfaatkan bagi masyarakat di tiga wilayah,” ujar Ronny.(sam)