Mantan Kapolda Kepri Jabat Komisaris Utama Bukalapak
Koran Bintan.com | JAKARTA — Setelah lama tidak terdengar kabarnya, mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepulauan Riau yang juga Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia 2013-2015, Jenderal Pol. Drs. H. Sutarman, MH ditunjuk sebagai Komisaris Independen sekaligus Komisaris Utama PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).
Perusahaan teknologi ini beroperasi sebagai platform all-commerce yang menyediakan layanan online dan offline di Indonesia. Sejak tahun 2021, perusahaan ini telah melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham BUKA
Penunjukan Jenderal (Purn) ini Sutarman berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (11/6/2026).
Pengangkatan Sutarman sebagai Komisaris Utama dianggap sebagai langkah strategis dari regenerasi dan penguatan tata kelola perseroan.
Sutarman dinilai memiliki keahlian di bidang keamanan siber (cybersecurity) sesuai dengan sosok yang dibutuhkan perusahaan. Apalagi Bukalapak merupakan perusahaan yang menggunakan teknologi secara ekstensif.
"Dengan pengalaman dan kontribusi beliau yang luas, khususnya dalam bidang kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan siber, kami berharap kehadiran beliau dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan dan memberikan perspektif strategis bagi Perseroan dalam menghadapi perkembangan industri digital yang terus berkembang serta mendukung pertumbuhan Perseroan yang berkelanjutan," ungkap Komisaris Utama Perseroan, Adi Wardhana Sariaatmadja, dalam keterangan tertulisnya dikutip Jumat (12/6/2026).
Selain itu, para pemegang saham Bukalapak juga menyetujui pengangkatan Natalia Firmansyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama pengganti Willix Halim yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Kemudian pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Victor Putra Lesmana sebagai Direktur Bukalapak.
Ke depan, Natalia akan memimpin Bukalapak sementara hingga pengangkatan Direktur Utama dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi perusahaan. Susunan pengurus ini diharapkan dapat menavigasi dinamika industri digital yang bergerak cepat.
Selanjutnya, Bukalapak juga mengumumkan purna bakti Yenny Wahid sebagai Komisaris Independen sekaligus ESG Ambassador perseroan. Putri dari Presiden Abdurrahman Wahid ini disebut telah memberi perspektif dan nilai tambah untuk mendukung pertumbuhan Bukalapak yang berkelanjutan.(han)