Penguatan Pendidikan Berbasis Keluarga di Era Digital

OPINI 19 Jun 2026 04:00 2 min read 56 views By Dr. H. Suyono, M. Ag
Penguatan Pendidikan Berbasis Keluarga di Era Digital
.

Suyono

Pendidikan adalah urat nadi kehidupan umat manusia di segala zaman dan keadaan. Tantangan demi tantangan semakin kompleks seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam kondisi apa pun, secara prinsip pendidikan dalam Islam sebagaimana terekam dalam materi pembelajaran yang diajarkan  oleh tokoh legendaris Luqman al-Hakim dalam QS. Luqman ayat 13-19 harus menjadi skala prioritas.

Dalam rangkaian ayat tematik tersebut Luqman al-Hakim mengajarkan penguatan tauhid sekaligus menjauhi syirik. Lebih tegas lagi, dalam proses pembelajaran tersebut disebutkan bahwa syirik adalah dosa terbesar seorang hamba terhadap Sang Khaliq.

Kekuatan tauhid akan menimbulkan sikap self defense dalam artian merasa diawasi oleh Allah di mana pun berada bahkan digambarkan seperti sebutir biji-bijian yang tersembunyi di dalam batu, langit, dan bumi sekalipun tetap  akan ditampakkan.

Tauhid yang kokoh memberikan motivasi ibadah sebagai bentuk pengabdian seperti salat lima waktu dan ibadah ritual lainnya. Dalam tataran lebih lanjut, akidah dan ibadah yang kuat dalam materi pembelajaran Luqman al-Hakim memberikan dampak positif dalam kehidupan keseharian.

Sabar, dakwah amar ma'ruf nahi Munkar, menjauhi sifat sombong dan takabur dan sopan santun adalah pengejawantahan pribadi muslim paripurna.

Dalam upaya mewujudkan capaian pendidikan  diperlukan kepedulian orang tua terhadap anak-anaknya dalam kondisi sesibuk apa pun. Era digital yang maju pesat seperti deret ukur  sungguh menjadi tantangan berat bagi setiap orang tua.

Patut kita apresiasi langkah nyata pemerintah yang dalam hal ini kementerian komunikasi dan digital telah mengambil kebijakan pelarangan atau lebih tepatnya pembatasan penggunaan akun media sosial beresiko tinggi untuk anak umur di bawah enam belas tahun. 

Sekalipun demikian orang tua tetap harus secara ketat dan Arif memberikan edukasi terhadap sang anak. Media yang ada kita manfaatkan untuk mengontrol sang anak, semisal anak sedang  beraktifitas di luar rumah maka  tanyakan sedang di mana, kegiatan apa, dan siapa saja.

Pengawasan yang bersifat edukatif seperti ini adalah bagian dari tanggung jawab orang tua terhadap anak. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa pendidikan berbasis keluarga mutlak diperlukan segala waktu dan keadaan. Fastabiqul khairat.***

Chat with us on WhatsApp