STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian, Irjen Herry Heryawan Sampaikan Orasi Ilmiah

IPOLEKSOS 17 Jun 2026 08:30 4 min read 27 views By Fadhsa
STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian, Irjen Herry Heryawan Sampaikan Orasi Ilmiah
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Herry Heryawan menyampaikan orasi ilmiah pada acara wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Tahun 2026, Rabu (17/6/2026).

Koran Bintan.com | JAKARTA — Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri mewisuda mahasiswa Program S1 Angkatan ke-83, S2 Angkatan ke-14, dan Program Doktor Ilmu Kepolisian Tahun Akademik 2026 yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-80 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Kampus STIK-PTIK, Jl. Tirtayasa Raya, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak dalam sambutannya mengatakan, sebanyak 289 wisudawan yang terdiri dari Program Sarjana, Magister, dan Doktor telah menyelesaikan pendidikan sebagai bagian dari upaya Polri meningkatkan kualitas dan kapabilitas personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

“Ini adalah bagian dari upaya Polri untuk terus meningkatkan kemampuan pengetahuan seluruh personel SDM Polri agar mampu memahami serta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya melalui pendekatan keilmuan yang mereka ikuti selama program pendidikan di STIK Lemdiklat Polri,” ujar Komjen Pol. Panca.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan merupakan implementasi dari rekomendasi Tim Percepatan Reformasi Polri serta kebijakan Kapolri dalam membangun SDM yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab harapan masyarakat.

Komjen Pol. Panca juga mengungkapkan bahwa Kapolri mendorong STIK untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pengembangan Universitas Kepolisian yang saat ini tengah dikaji. Universitas tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan bagi anggota Polri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang ingin mendalami ilmu-ilmu terkait keamanan dan ketertiban.

“Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian harus terus beradaptasi dan mengembangkan diri melalui Universitas Kepolisian yang saat ini sedang kita bahas untuk dapat mengakomodasi tidak hanya polisi, tetapi seluruh elemen masyarakat yang ingin menimba ilmu dan berkaitan dengan masalah-masalah keamanan,” katanya.

Sementara itu, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Eko Rudi Sudarto, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan aspek etika, logika, dan rasa dalam pembentukan perwira Polri.

“Polisi harus pintar. Kami terus berbenah agar STIK menjadi bagian penting dalam mencetak kader-kader Polri yang bermartabat, profesional, dan beradab,” ujar Irjen Pol. Eko.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar STIK Lemdiklat Polri Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, menilai peningkatan jumlah lulusan pendidikan tinggi, khususnya program doktoral, akan memperkuat kualitas kepemimpinan di lingkungan Polri.

“Semakin cerdas, semakin tinggi, semakin pintar, semakin memiliki empati kepada publik,” ungkap Prof. Hermawan.

Melalui penguatan pendidikan tinggi kepolisian, Polri berharap dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya memiliki kecakapan akademis, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, serta semakin dekat dengan masyarakat sesuai arah kebijakan Kapolri dan harapan Presiden Republik Indonesia.

Orasi ilmiah

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Herry Heryawan dalam orasi ilmiahnya menyampaikan pandangan “Green Policing: Polisi sebagai Penjaga Peradaban”. Sebuah gagasan yang lahir dari kesadaran bahwa tantangan keamanan masa depan tidak lagi hanya berkaitan dengan kejahatan konvensional, tetapi juga krisis ekologis yang mengancam keberlangsungan kehidupan manusia.

Perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan, kerusakan gambut, pencemaran sungai, perambahan kawasan hutan, hingga ancaman terhadap satwa liar adalah persoalan yang membutuhkan cara pandang baru dalam pemolisian.

Green Policing merupakan evolusi dari konsep keamanan. Dari menjaga negara, berkembang menjadi menjaga manusia, dan kini menjaga keberlangsungan kehidupan serta peradaban melalui keamanan ekologis.

Karena sesungguhnya tidak ada keamanan manusia tanpa keamanan lingkungan. Tidak ada kesejahteraan yang dapat bertahan di atas alam yang rusak. Dan tidak ada masa depan yang dapat diwariskan jika kita gagal menjaga bumi hari ini.

"Melalui Green Policing, kami berupaya menghadirkan kepolisian yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjadi penggerak kesadaran ekologis, pelindung ruang hidup, penjaga keberlanjutan lingkungan, serta pengawal masa depan generasi mendatang," kata Irjen Herry.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Riau mengaku bangga bisa hadir dalam acara wisuda tersebut. "Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi saya dapat menghadiri Wisuda STIK ini," ujar Herry.

Kepada para wisudawan, Irjen Herry mengucapkan selamat atas pencapaian yang diraih. Jadilah insan Bhayangkara yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan dan kelestarian lingkungan.

"Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Polisi bukan sekadar penegak hukum. Polisi adalah Penjaga Peradaban.," tandas Herry.(han)

Chat with us on WhatsApp