Ternyata Waktu Terus Berjalan

OPINI 18 Jul 2026 21:21 2 min read 157 views By Dr. H. Suyono, M.Ag
Ternyata Waktu Terus Berjalan
.

Suyono

TIDAK terasa kita sudah tua, anak-anak sudah berkeluarga, memiliki cucu, rambut beruban, gigi pun sudah tanggal satu per satu. Begitulah perjalanan hidup manusia dari janin, bayi, anak-anak, dewasa, hingga akhirnya tidak terasa ternyata sudah menjadi orang tua.

Dari detik ke detik, menit ke menit, hari ke hari semestinya kita selalu berhitung sudahkah beramal untuk bekal akhirat kelak?. Sebuah pertanyaan bukan untuk dijawab akan tetapi direnungkan di setiap detak jantung berdebar. 

Allah Subhanahu wa ta'ala telah memberikan peringatan keras jangan sampai manusia menyesal selama-lamanya bahkan ingin balik lagi ke dunia gara-gara tidak mengindahkan peringatan ketika masih hidup di alam fana ini sebagaimana tergambarkan dalam ayat terakhir QS. An-Naba'.

Ayat ini adalah bentuk kasih sayang dan peringatan tegas dari Allah Subhanahu wa ta'ala agar manusia selalu mengevaluasi diri (muhasabah) dan memperbanyak amal saleh selagi napas masih dikandung badan.

Siapapun kita harus berhitung secara cermat terhadap amaliah ukhrawi maupun duniawi, seperti salat, puasa, dzikir, kesehatan, keluarga, bisnis, karir dan sederet keperluan lainnya demi sukses dunia akhirat.

Dunia ini bukan merupakan tempat yang bisa ditinggali oleh manusia untuk selama-lamanya. Akhir dari kehidupan selalu memantau kita setiap detiknya. Dunia hanyalah tempat singgah sementara layaknya sebuah terminal yang menjadi tempat kita menunggu giliran melanjutkan perjalanan ke kampung akhirat yang sifatnya kekal selamanya.

Dunia ibarat hanyalah menjadi ladang tempat kita menanam amal, dan hasilnya akan kita petik di akhirat kelak.

Pergunakan waktu secara adil sebagaimana Islam mengajarkan kepada kita. Kita diperintahkan salat baik wajib maupun sunnah, akan tetapi Islam juga melarang umatnya melakukan salat pada waktu-waktu tertentu. Puasa juga demikian, ada puasa wajib dan sunnah, namun pada waktu-waktu tertentu haram hukumnya berpuasa.

Nikmati waktu yang telah dianugerahkan kepada kita, di sela-sela kesibukan, rehatlah sejenak agar lebih prima kembali. Nasrum minallah wa fathun qarib.***

Disclaimer

Chat with us on WhatsApp