Wow! Kemenko Perekonomian Pertahankan Opini WTP 18 Tahun Berturut-Turut

KEPRINESIA 24 Aug 2026 21:47 3 min read 135 views By Nick Wardi
Wow! Kemenko Perekonomian Pertahankan Opini WTP 18 Tahun Berturut-Turut
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Tahun 2025 dari Anggota II BPK RI Daniel Lumban Tobing.

Koran Bintan.com | JAKARTA — Kementerian Koordinator (Kemeko) Bidang Perekonomian RI kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Keuangan Tahun 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Prestasi ini, menjadi capaian ke-18 secara berturut-turut sejak tahun 2008 silam.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Tahun 2025 dilakukan langsung oleh Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selaku Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara III, Daniel Lumban Tobing kepada Menko Airlangga, di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Menko mengatakan, pencapaian ini akan terus menguatkan komitmen instansinya dalam menerapkan prinsip good governance, akuntabilitas, serta pengelolaan keuangan negara yang transparan demi mendukung efektivitas kebijakan pembangunan ekonomi nasional. 

Baca juga : BMKG Kembali Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Dari BPK RI

Hal ini sebagai bagian dari pertanggungjawaban atas pelaksanaan dan penggunaan APBN TA 2025 sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, penyusunan Laporan Keuangan Kemenko Perekonomian senantiasa mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan dan kaidah tata kelola yang sehat.

Menko Airlangga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPK RI atas pemeriksaan yang profesional, independen, dan konstruktif, serta seluruh jajaran Kemenko Perekonomian yang terus menjaga kualitas pengelolaan anggaran dan Sistem Pengendalian Intern (SPI).

Pihaknya menegaskan bahwa opini WTP bukan sekadar tujuan akhir, melainkan momentum untuk terus memperbaiki tata kelola dan segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK sesuai rencana aksi yang disepakati.

Penguatan tata kelola internal tersebut sejalan dengan capaian kinerja perekonomian nasional yang terus menunjukkan fundamental kuat. Di tengah berbagai tantangan, petumbuhan ekonomi dalam semester I sebesar 5,45 persen, didukung oleh penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi 4,65 persen per Mei 2026 dan angka kemiskinan yang turun menjadi 8,07 persen. 

Selain itu, kemandirian energi terus didorong melalui program B50 serta penguatan diplomasi ekonomi dengan 25 perjanjian dagang yang telah berlaku dan 13 kerja sama dalam tahap perundingan per Juli 2026.

Melalui akuntabilitas yang semakin baik, Kemenko Perekonomian optimistis dapat mengawal berbagai kebijakan prioritas pemerintah, mulai dari akselerasi investasi, penguatan hilirisasi industri, hingga perlindungan daya beli masyarakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga : S&P Global Ratings Kembali Afirmasi Peringkat Utang Indonesia pada Level BBB dengan Outlook Stabil

Dalam kesempatan tersebut, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan bahwa raihan opini WTP ke-18 ini menjadi bukti konsistensi seluruh unit kerja di lingkungan Kemenko Perekonomian dalam menjaga integritas dan kehati-hatian dalam penggunaan dana publik.

“Capaian WTP secara beruntun selama 18 tahun ini mempertegas komitmen Kemenko Perekonomian bahwa pelaksanaan anggaran dan koordinasi kebijakan ekonomi selalu berjalan beriringan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Kami memastikan setiap rekomendasi perbaikan dari BPK akan ditindaklanjuti secara cepat dan terukur demi mengoptimalkan kemanfaatan anggaran bagi masyarakat,” tegas Jubir Haryo.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara II BPK RI Nelson Ambarita, Direktur Pengelolaan Kas Negara (PKN), Direktorat Pemeriksaan II.D BPK RI, Harry Purwaka beserta Tim PKN II BPK RI, Plt. Sekretaris Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang, serta para Pejabat Eselon I dan Eselon II di lingkungan Kemenko Perekonomian.(nck)

Chat with us on WhatsApp