Nyetir Mobil Sendirian, Penderita Stroke Tabrak 8 Sepeda Motor
Koran Bintan.com | BATAM — Entah ada apa dalam fikiran Hubertus Hendrawanto, yang sedang mengalami stroke ringan, secara diam-diam tanpa sepengetahuan keluarganya keluar dari rumah dan langsung menstarter mobil Mitsubishi Storm pada Sabtu (4/7/2026) pagi.
Begitu mesin kenderaan hidup, Hubertus yang diketahui bekerja di Badan Pengusahaan (BP) Batam ini, langsung melajukan kenderaanya dari arah Muka Kuning menuju Batam Center. Setibanya di persimpangan lampu merah Simpang Kepri (K-Square), kendaraan yang dibawa Hebertus langsung menerobos deretan sepeda motor yang sedang berhenti menunggu lampu merah.
Akibatnya, benturan keras antara mobil Mitsubishi Storm dengan sepeda motor tidak terelakkan lagi. Para pengendara sepeda motor langsung terpental dan bahkan ada yang terseret, suasana menjadi mencekam. Suara teriakan, cacian, umpatan dan tangisan menyatu ditengah suasana saat itu.
Banyak pengendara sepeda motor yang mengalami cedera. Mereka langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara, RS Awal Bros Baloi, dan RS Elisabeth Batam Center. Menurut polisi, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polresta Barelang, Iptu M. Jefri Adil Akbar, mengatakan seluruh korban luka telah dibawa ke sejumlah rumah sakit.
“Untuk sementara tercatat dua korban mengalami luka ringan dan dua korban mengalami luka berat. Korban lainnya sudah diizinkan pulang ke rumah mereka. Namun jumlah pasti korban masih dalam proses pendataan dilapangan,” kata Jefri.
Menurut mantan Panit Opsnal Unit Intelkam Polsek Nongsa ini, dua korban yang mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RS Bhayangkara serta RS Elisabeth Batam Centre. Sedangkan dua korban lainnya yang mengalami luka berat, dirawat di RS Awal Bros Baloi. Untuk korban lainnya sudah diizinkan pulang ke rumah masing-masing setelah mendapatkan penanganan medis.
Polisi juga mengungkap dugaan awal penyebab kecelakaan. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, pengemudi diketahui memiliki riwayat penyakit stroke ringan. Selain itu, mobil yang dikendarainya disebut dibawa tanpa sepengetahuan keluarga.
“Menurut keterangan keluarga, pengemudi mengidap stroke ringan dan membawa kendaraan tanpa sepengetahuan keluarganya," kata Iptu Jefri. Sementara hasil olah tempat kejadian perkara, tidak ditemukan tanda-tanda adanya bekas pengereman sebelum tabrakan terjadi.
"Biasanya mengindikasikan bahwa pengemudi tidak sempat melakukan pengereman darurat," tambah perwira yang pernah menerima penghargaan dari Direktorat Jenderal Pajak atas partisipasi dan kerja samanya dalam Program Pengawasan Pembayaran Pajak Pertambahan Nilai Dalam Negeri (PPNDN) terhadap pengeluaran kendaraan bermotor dari kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam ini.
Polisi juga belum bisa mengorek keterangan dari pelaku karena kondisinya yang masih terlihat syok paska kejadian tersebut. "Kita mengimbau kepada masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan," tandas mantan Pamin 2 Sie STNK Subditregident Ditlantas Polda Kepri ini.(wan)