Sempat Terhenti, SPPG Tanjunguban Selatan 2 Beroperasi Kembali

BINTAN 10 Jun 2026 14:59 3 min read 62 views By Samsul
Sempat Terhenti, SPPG Tanjunguban Selatan 2 Beroperasi Kembali
Sejumlah relawan dapur Makan Bergizi Gratis sedang mempersiapkan makanan yang akan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Koran Bintan.com | TANJUNGUBAN — Setelah sempat tidak beroperasi karena keterlambatan pengiriman uang dari Badan Gizi Nasional (BGN), Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjunguban Selatan 2 yang terletak di Jalan Permaisuri, Tanjunguban, Bintan telah beroperasi kembali mulai Rabu (10/6/2026).

"Alhamdulillah, hari ini kita sudah mulai beroperasi kembali," ungkap Kepala SPPG Tanjunguban Selatan 2, Massudianto ketika dihubungi koranbintan.com.

Baca juga : Transferan BGN Telat, SPPG Permaisuri Hentikan Operasional

Massudianto mengakui proses penyajian makanan hingga distribusi ke penerima manfaat berjalan lancar dan tidak ada kendala lagi. "Insya Allah tak ada kendala lagi karena sudah cair (anggaran), jadi bisa melanjutkan distribusi," ujar Massudianto.

Ditanya menu makanan yang disajikan untuk 2.525 orang penerima manfaat hari itu, Massudianto mengatakan diantaranya nasi putih,
Ikan Mujair goreng sambal dan Sopu tahu. "Mudah-mudahan gak ada masalah lagi," harap Massudianto mengakhiri.

Sementara itu dapur MBG Tanjunguban Selatan 4 yang terletak di Pasar Baru, Tanjunguban sepertinya masih belum memulai kegiatan mereka.  Setelah sempat terhenti sejak Senin (8/6/2026) sampai hari ini belum terlihat adanya aktifitas di lokasi.

Upaya konfirmasi kepada Kepala SPPG Tanjunguban Selatan 4, Riska Triapani belum mendapatkan respon terkait tutupnya aktifitas dapur MBG di Pasar Baru tersebut.

Namun pada Senin (8/6/2026), Riska membenarkan dihentikannya sementara operasional dapur pelayanan. Kata dia, karena belum adanya kepastian pencairan dana dari pemerintah pusat.

Penghentian operasional tersebut berdampak cukup besar karena sebanyak 2.400 penerima manfaat tidak lagi menerima distribusi makanan bergizi dari program MBG.

Jumlah penerima manfaat tersebut tersebar di sembilan Posyandu dan sebelas sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Bintan Utara. “Anggaran belum turun. Ini masih menunggu kepastian anggaran turun dari BGN RI,” ujar dia.

4 SPPG Berhenti Beroperasi

Sedangkan Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Bintan, Pina Deli Syahputri, S.Gz menyebutkan, ada empat SPPG yang berhenti beroperasi sementara pada Rabu (10/6/2026) yang tersebar di tiga kecamatan dalam Kabupaten Bintan. 

Untuk Kecamatan Bintan Utara terdapat 1 SPPG, yaitu SPPG Tanjunguban Selatan 4. Kemudian untuk Kecamatan Bintan Timur terdapat 2 SPPG, masing-masing SPPG Sei Lekop dan SPPG Sei Lekop 2. Terbaru, penghentian dialami 1 SPPG di Kecamatan Teluk Sebong, yaitu SPPG Sri Bintan yang terletak di Jl. Kota Kara, Poyotomo, Sri Bintan.

Terhentinya operasional empat SPPG di Bintan ini kata alumni Program Studi D-III Gizi Poltekkes Medan ini, murni disebabkan keterlambatan pencairan dana operasional dari BGN. 

Akibatnya kata Pina, distribusi MBG menjadi terhenti akibat tidak ada uang untuk pembayaran insentif bagi relawan  "Masih menunggu anggaran," ujar alumnus Program Studi S1 Gizi Fakultas Kesehatan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta ini.

Lebih jauh Pina mengatakan, setiap dapur MBG memiliki kebutuhan anggaran yang tidak sama. Sehingga besaran dana yang diterima antara SPPG satu dengan lainnya tidak selalu sama. "Mudah-mudahan kita bisa terus memberikan pelayanan untuk masyarakat," tandas Pina.(sam)

Chat with us on WhatsApp