Jalanan Pelabuhan ASDP Tertutup Banjir, Sepeda Motor Terperosok ke Selokan
Koran Bintan.com | TANJUNGUBAN — Hujan lebat yang melanda Kota Tanjunguban pada Jum'at (12/6/2026) pagi tidak hanya berdampak dengan terjadinya banjir dimana-mana.
Baca juga : Hujan Sebentar, Tanjunguban Sudah Dikepung Banjir
Seorang calon penumpang kapal penyeberangan roro Tanjunguban-Telaga Punggur, Batam mengalami kecelakaan usai sepeda motor besar yang dikenderainya terperosok masuk kedalam selokan atau parit yang berada di pintu masuk pelabuhan.
"Waktu itu hujan lebat baru reda. Paritnya gak kelihatan karena tertutup dengan air hujan yang menggenang. Bapak itu langsung terperosok masuk kedalam parit," ungkap Siti, warga sekitar kepada Koran Bintan.com.
Akibatnya kata Siti, si pengendera dan sepeda motornya langsung tenggelam ke dalam selokan dan ditolong oleh warga yang melihat kejadian itu.
Beruntungnya, sang pengendera tidak mengalami luka sedikitpun. Cuma sepeda motonya tidak bisa dihidupkan dan terpaksa didorong ke bengkel terdekat untuk mendapatkan perbaikan akibat terendam air. "Motornya didorong ke Bengkel Sinar," tandas Siti.
Salam, warga lainnya yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan, pengendera sepeda motor nahas itu diperkirakan tidak mengetahui kondisi jalanan yang ada di pintu masuk pelabuhan ASDP tersebut. "Saat itu ada mobil travel didepannya. Dia terlalu kekiri dan tidak melihat kalau dikiri itu ada parit," ungkap Salam.
Keputusan sang pengendera berakibat fatal, sepeda motor dan dirinya langsung masuk ke dalam selokan yang saat itu tidak terlihat karena tertutup dengan air hujan. "Sepeda motornya langsung gak kelihatan. Pengenderanya juga tenggelam sampai sebatas dada," ujar Salam.
Kecipratan
Ditemui terpisah, Rony, seorang pengendera sepeda motor mengungkapkan rasa kesalnya dengan sikap pengendera roda empat yang dengan seenaknya saja mengebut ditengah genangan banjir. Akibatnya dia yang berada dari arah berlawanan harus menerima kecipratan air dari laju kenderaan tersebut.
Dia berharap agar pemilik kenderaan, baik roda dua maupun roda empat untuk memperlahan laju kenderaan mereka saat berada di genangan banjir. "Jangan mentang-mentang gak kena hujan, ngebut pula. Lihat-lihat kami juga yang nggak ngebut," ujar Rony dengan nada kesal.(sam)