2025, Realisasi Investasi Ke KEK Galang Batang Capai Rp 15,6 Triliun
Koran Bintan.com | GALANG BATANG — Sepanjang tahun 2025 lalu, realisasi investasi yang masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Bintan, tercatat mencapai Rp 15,6 triliun. Capaian ini didominasi oleh perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA).
Kepala Administrator KEK Galang Batang, Vita Budhi Sulistyo, mengungkapkan bahwa mayoritas investasi asing tersebut mengalir melalui PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), perusahaan yang berfokus pada hilirisasi bauksit menjadi alumina.
“Investasi tersebut sebagian besar penanaman modal asing. Dari 26 perusahaan yang ada, mayoritas berasal dari PT BAI,” ujar Vita Budhi Sulistyo disela-sela acara Job Fair Bintan 2026, Jumat (12/6/2026).
Baca juga : Sekda Bintan Ronny Kartika Buka Job Fair Bintan 2026
Vita menjelaskan, aliran modal tersebut mendominasi sektor pembangunan dan penyelesaian (finishing) pabrik smelter grade alumina tahap dua. Proyek ini diproyeksikan untuk mendongkrak kapasitas produksi grade alumina hingga mencapai 4 juta ton per tahun.
Selain smelter utama, ekspansi juga menyasar pada fase konstruksi dan persiapan industri caustic soda, pembangunan fasilitas smelter pendukung, hingga infrastruktur pembangkit listrik.
Sementara itu untuk tahun 2026, geliat investasi di KEK Galang Batang menunjukkan grafik yang terus naik. Hingga Triwulan I (TW 1) 2026, nilai investasi yang masuk sudah menyentuh angka Rp4,08 triliun dari total 26 perusahaan pelaku usaha yang aktif.
Baca juga : KPK Temukan Wilayah KEK Galang Batang Masih berada Dalam Kawasan Hutan Produksi Terbatas
Jika dibandingkan dengan jumlah capaian realisasi investasi di Kabupaten Bintan secara keseluruhan pada TW 1 2026 yang berada di angka Rp 5,8 triliun, maka kehadiran KEK Galang Batang memegang peranan yang cukup signifikan.
“Sekitar 70 persen investasi di Bintan ini pada TW 1 2026 berasal dari kontribusi perusahaan-perusahaan yang ada di KEK Galang Batang. Kami terus bersinergi dengan Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Bintan untuk memetakan investasi ini secara lebih tepat, guna melihat seberapa besar kontribusi riil kawasan ini terhadap makro investasi daerah,” tambah Vita.
Seiring dengan meningkatnya pelaku usaha baru dan ekspansi industri, kebutuhan akan dukungan tenaga kerja yang memadai menjadi prioritas utama manajemen kawasan.
Tercatat hingga Triwulan I 2026, jumlah tenaga kerja yang terserap di KEK Galang Batang telah menembus angka lebih dari 5.000 orang. Untuk memastikan hak-hak pekerja terpenuhi, pihak administrator juga tengah melakukan pendataan ketat terhadap pekerja yang direkrut melalui jalur subkontraktor.
Sebagai langkah konkret pengawasan, KEK Galang Batang bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepulauan Riau, Disnaker Bintan, dan BPJS Ketenagakerjaan berkolaborasi membentuk sebuah wadah pengawasan khusus berbentuk klinik.
“Klinik ini kami bentuk untuk memastikan kepatuhan para pelaku usaha, baik dalam masalah pemenuhan hak tenaga kerja, maupun kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku,” tegas Vita mengakhiri.(sam)