TNI dan Angkatan Tentara Malaysia Gelar Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026

HANKAMRATA 17 Jun 2026 08:24 3 min read 15 views By Fadhsa
TNI dan Angkatan Tentara Malaysia Gelar Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026
Panglima Briged Pertama Infantri Malaysia Brigjen Dato' Zamri bin Othman bersama Kepala Biro Latihan Staf Operasi (Sops) TNI Brigjen TNI Ade David Siregar sedang memperhatikan peta kegiatan Latgabma Malindo Darsasa 12 AB/2026.

Koran Bintan.com | LAMPUNG — TNI dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) menggelar Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malaysia-Indonesia (Malindo) Darat Samudera Angkasa (Darsasa) 12 AB/2026 yang berlangsung dari tanggal 17 hingga 25 Juni 2026 di wilayah Provinsi Lampung, Indonesia. 

Acara pembukaan diawali dengan persembahan tari Sigeh Pengunten oleh lima muli atau gadis cantik diatas podium. Ratusan personil TNI dan ATM mememenuh ruangan 𝐵𝑎𝑙𝑙𝑟𝑜𝑜𝑚 Bukit Randu Holiday Inn, Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Lampung pada Rabu (17/6/2026).

Hadir dalam acara itu, Kepala Biro Latihan Staf Operasi (Sops) TNI Brigadir Jenderal Ade David Siregar mewakili Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun. 

Sementara dari ATM hadir Panglima Briged Pertama Infantri Malaysia Brigjen Dato' Zamri bin Othman dan Asisten Ketua Staf J7, Laksamana Pertama Mohd Adzam bin Omar selaku Ketua Tim Sekretariat Latgabma Malindo dari Bahagian Eksesais J7 Markas Angkatan Bersama, Malaysia.

Dalam sambutan tertulisnya, Asops Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun sebagaimana dibacakan oleh Kepala Biro Latihan Sops TNI Brigjen TNI Ade David Siregar mengatakan, latihan ini merupakan komitmen nyata pemerintah Indonesia dan Malaysia yang diwakili kedua angkatan bersenjata untuk memperkuat semangat kebersamaan, hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua bangsa serumpun. 

"Latihan ini diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme, interoperabilitas, sinergi kesiapsiagaan penanganan bencana alam dan dalam pemberian bantuan kemanusiaan yang berpotensi besar dilaksanakan di kedua negara sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku," ujar  Letjen TNI Bobby.

Sedangkan Brigjen Dato’ Zamri bin Othman dalam sambutannya, menegaskan bahawa Latgabma bukan hanya sekadar latihan rutin, tetapi simbol persaudaraan strategis antara Malaysia–Indonesia.

"Pentingan bagi kita semua untuk meningkatkan kesefahaman operasi gabungan darat, maritim dan udara, serta menghadapi ancaman bukan tradisional seperti jenayah maritim, keganasan, ancaman siber dan bencana alam," ujar Brigjen Dato’ Zamri.

Dalam laporannya, Kepala Seksi Operasi Latihan (Kasi Ops Lat) Latgabma Malindo Kolonel Inf A. Wakhid Dedy Setyawan mewakili Direktur Latihan (Dirlat) Brigjen TNI Sumarlin Marzuki mengatakan, skenario utama latihan dibangunkan berdasarkan pengalaman sebenarnya bencana gempa bumi dan tsunami di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan. 

Untuk memastikan latihan lebih realistis, penekanan diberikan kepada sesi akademik semasa 𝑆𝑡𝑎𝑓𝑓 𝐸𝑥𝑒𝑟𝑐𝑖𝑠𝑒 (STAFFEX), yang merangkumi 10 skenario utama, mulai dari 𝐼𝑛𝑖𝑡𝑖𝑎𝑙 𝐷𝑖𝑠𝑎𝑠𝑡𝑒𝑟 𝑅𝑒𝑠𝑝𝑜𝑛𝑠𝑒, 𝑀𝑎𝑠𝑠 𝐶𝑎𝑠𝑢𝑎𝑙𝑡𝑦 𝐼𝑛𝑐𝑖𝑑𝑒𝑛𝑡, 𝐼𝑛𝑓𝑟𝑎𝑠𝑡𝑟𝑢𝑐𝑡𝑢𝑟𝑒 𝐶𝑜𝑙𝑙𝑎𝑝𝑠𝑒, 𝑀𝑒𝑑𝑖𝑐𝑎𝑙 𝐸𝑚𝑒𝑟𝑔𝑒𝑛𝑐𝑦, 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑛𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑖𝑠𝑡𝑎𝑛𝑐𝑒, 𝐶𝑦𝑏𝑒𝑟 𝐴𝑡𝑡𝑎𝑐𝑘, 𝐼𝑛𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑊𝑎𝑟𝑓𝑎𝑟𝑒, 𝑀𝑎𝑠𝑠 𝐸𝑣𝑎𝑐𝑢𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛, 𝑆𝑡𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑧𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑃ℎ𝑎𝑠𝑒 dan 𝑇𝑟𝑎𝑛𝑠𝑖𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑃ℎ𝑎𝑠𝑒.

Pendekatan ini membantu seluruh peserta memahami skenario dengan lebih mendalam serta mengaplikasikan pengetahuan dan kemahiran semasa fasa 𝐹𝑖𝑒𝑙𝑑 𝑇𝑟𝑎𝑖𝑛𝑖𝑛𝑔 𝐸𝑥𝑒𝑟𝑐𝑖𝑠𝑒 (FTX). FTX sendiri menekankan kepada 𝐹𝑜𝑟𝑐𝑒 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑔𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑇𝑟𝑎𝑖𝑛𝑖𝑛𝑔 (FIT) melibatkan ATM, TNI dan agensi Indonesia seperti Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD).

Latihan bersama terdiri dari ikatan dan simpulan tali, 𝑟𝑒𝑝𝑒𝑙𝑙𝑖𝑛𝑔, tindakan kecemasan serta mendirikan rumah sakit lapangan yang diselaraskan dalam segmen HADR dan SAR. Selain itu, materi latihan juga memberikan perhatian kepada 𝐸𝑛𝑔𝑖𝑛𝑒𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔 𝐶𝑖𝑣𝑖𝑙 𝐴𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑃𝑟𝑜𝑔𝑟𝑎𝑚𝑚𝑒 (ENCAP), 𝑀𝑒𝑑𝑖𝑐𝑎𝑙 𝐶𝑖𝑣𝑖𝑐 𝐴𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑃𝑟𝑜𝑔𝑟𝑎𝑚𝑚𝑒 (MEDCAP).

Latgabma

ENCAP melibatkan perbaikan dua Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kampung Sukamaju serta pembangunan jalan semen di Kampung Keteguhan. MEDCAP pula dilaksanakan di Pusat Kesihatan Masyarakat (Puskesmas) kedua-dua kampung dengan aktiviti pemeriksaan kesihatan umum, mata dan gigi, pemberian kacamata gratis, kelas CPR, konseling serta program donor darah.

Segmen CyberEx menekankan aspek teknikal seperti 𝑟𝑒𝑐𝑜𝑛, 𝑒𝑛𝑢𝑚𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛, 𝑐𝑟𝑒𝑑𝑒𝑛𝑡𝑖𝑎𝑙 𝑎𝑡𝑡𝑎𝑐𝑘, 𝑚𝑎𝑛-𝑖𝑛-𝑡ℎ𝑒-𝑚𝑖𝑑𝑑𝑙𝑒 (MITM), 𝑠𝑝𝑜𝑜𝑓𝑖𝑛𝑔 dan 𝑚𝑎𝑛𝑖𝑝𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑓𝑒𝑒𝑑.

Sebanyak 719 peserta terlibat dalam kegiatan Latgabma Malindo ini, mereka terdiri dari 463 anggota TNI, 150 anggota ATM, 2 anggota NADMA atau Agensi Pengurusan Bencana Negara Malaysia, dan 25 anggota Polri, 79 anggota berasal dari berbagai instansi, seperti BASARNAS, TAGANA, PMI dan BPBD.

Latihan gabungan tiga tahunan ini diawali dengan kegiatan Program Karya Bakti / Engineering Civic Action Program (ENCAP) berupa Rehab Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), pengecoran jalan dan water purification di sungai terdekat, yang merupakan wujud kepedulian TNI terhadap warga masyarakat setempat di sekitar daerah latihan. 

Latgabma Malindo menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara dan meningkatkan kesiapan operasional, serta memperkuat stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara.(han)

Chat with us on WhatsApp